Ketua DPD RI Desak Pemda Bergerak Cepat Tangani Dampak Gempa Blitar

Fahmi Firdaus , Okezone · Sabtu 22 Mei 2021 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 337 2414044 ketua-dpd-ri-desak-pemda-bergerak-cepat-tangani-dampak-gempa-blitar-CN7IC1YZle.jpg Foto: Humas DPD RI

JAKARTA – Gempa berkekuatan magnitudo 5,9 di Blitar dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Timur, bahkan hingga Lombok, NTB, dan Cilacap, Jawa Tengah. Akibatnya ratusan rumah rusak parah.

(Baca juga: Hampir 100 Rumah Warga Malang Rusak Akibat Gempa Besar di Blitar)

Menanggapi hal itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah daerah (pemda) bergerak cepat mengatasi dampak dari gempa Blitar tersebut.

"Kita kembali berduka dengan terjadinya bencana gempa yang berpusat di Blitar dan turut berdampak pada sejumlah daerah di sekitarnya. Semoga korban luka bisa segera sembuh dan tidak ada lagi laporan korban akibat gempa," tutur LaNyalla, Sabtu (22/5/2021).

(Baca juga: Elektabilitas Prabowo dan Anies Tertinggi di Pemilu 2024)

Senator asal Jawa Timur ini meminta pemda memperhatikan kebutuhan warga dan tanggap bencana, sehingga pemulihan juga bisa cepat dilakukan.

"Pemda harus memastikan kebutuhan warganya, terutama yang terdampak gempa. Pastikan semua kebutuhan sudah terpenuhi. Pemda harus bekerja sama dengan BPBD, TNI/Polri, dan instansi terkait lain, untuk menjangkau warga korban gempa," jelasnya.

Ditambahkannya, pemda harus menyiapkan tempat pengungsian yang layak bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa. Begitu juga dengan pemenuhan kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya juga harus menjadi perhatian.

"Apalagi sekarang sedang pandemi, tempat pengungsian harus memenuhi standar protokol kesehatan. Kemudian juga ke depan, pemda harus memberi bantuan rehabilitasi rumah-rumah yang rusak, rumah-rumah yang ambruk, dan pastikan fasilitas umum kembali bisa berfungsi kembali," ulasnya.

Mantan Ketua Umum PSSI ini mengimbau seluruh masyarakat, utamanya Jawa Timur, agar tetap waspada. Sebab, aktivitas kegempaan sedang meningkat terutama di wilayah pesisir pantai sepanjang pulau Jawa. Ia mengajak masyarakat untuk memantau informasi dari BMKG.

Menurut LaNyalla, dalam kondisi seperti ini langkah penanganan kebencanaan serta antisipasi dan mitigasi bencana sangat penting.

"Kita harus belajar dari negara Jepang yang merupakan negara paling rawan menghadapi gempa. Yang pertama bagaimana langkah menghadapi bencana gempa, kemudian yang kedua bagaimana membangun konstruksi bangunan yang tidak mudah roboh karena gempa," katanya.

Berdasarkan catatan BMKG, gempa Blitar merupakan gempa yang bersifat merusak diakibatkan adanya patahan batuan di Zona Benioff. Zona Benioff adalah bagian slab lempeng Samudra (Indo-Australia) yang sudah tersubduksi dan menukik di bawah lepas pantai selatan Jawa Timur.

(fmi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini