Survei ARSC : Elektabilitas Demokrat Naik Usai Isu Kudeta

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 22 Mei 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 337 2413997 survei-arsc-elektabilitas-demokrat-naik-usai-isu-kudeta-SPTWmNCNhz.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Elektabilitas Partai Demokrat mengalami kenaikan usai isu kudeta ramai dibincangkan. Hal tersebut berdasar pada hasil survei yang dilakukan oleh Perkumpulan Kader Bangsa bersama dengan Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC).

Setidaknya ada lima besar partai politik yang paling tinggi elektabilitasnya versi ARSC, yakni, PDIP 19,60 persen, Gerindra 15,03 persen, Demokrat 14,80 persen, Golkar 10,40 persen dan PKS 9,10 persen.

"PDI Perjuangan masih menjadi partai politik teratas. Hal ini merupakan potret pengukuhan PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2019 yang masih kuat tertanam dalam memori publik," kata Peneliti ARSC Bagus Balghi dalam jumpa pers virtual, Jakarta, Sabtu (22/5/2021).

"Sementara, Partai Gerindra menempati posisi kedua namun ditempel secara tipis oleh kemunculan Partai Demokrat yang menembus tiga besar partai politik teratas. Naiknya pamor Partai Demokrat di survei diduga tidak lepas dari penetrasi pemberitaan terkait dinamika internal Partai Demokrat, khususnya munculnya Kongres Luar Biasa yang meramaikan perbincangan di publik," papar Bagus.

Sementara itu, sebanyak 59,59 koresponden masih menyatakan bisa mengubah pilihannya atau Swing Voters. Lalu, 31,07 persen mengatakan tidak akan ganti pilihan. Dan 6,86 menjawab tidak tahu, serta 2,48 persen memilih tidak menjawab.

Metode survei ini sendiri dilakukan dengan wawancara melalui telepon dengan memanfaatkan database responden yang dimiliki ARSC yang sebelumnya dibentuk dengan metode penarikan sampel acak bertingkat atau multistage random sampling) dengan memperhatikan proporsionalitas antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi. Wawancara by phone karena sedang Pandemi Covid-19.

Baca Juga : Elektabilitas Prabowo dan Anies Tertinggi di Pemilu 2024

Survei ini mengambil sampel 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi. Dengan melibatkan 19 enumerator atau interviewer. Waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan sampel adalah 13 hari dengan rata-rata tiap enumerator mendapatkan 5 orang responden per hari dengan estimasi waktu 8 jam per hari. Oleh karena itu, tiap 1 responden rata-rata diwawancarai selama 1,6 jam.

Adapun Margin of error survei ini kurang lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%. Proses pengumpulan data dilaksanakan dari tanggal 26 April-8 Mei 2021 melalui telepon. Usia minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih. Total dari responden sekitar 60 persen adalah pemilih muda, hal ini juga menggambarkan populasi pemilih nasional saat ini.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini