Share

Satgas Covid-19 Akui Kepatuhan Warga Terapkan Prokes Mulai Kendor

Riezky Maulana, iNews · Sabtu 22 Mei 2021 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 337 2413945 satgas-covid-19-akui-kepatuhan-warga-terapkan-prokes-mulai-kendor-vtzipCHy3z.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmad mengakui, tingkat kepatuhan warga menerapkan protokol kesehatan (prokes) cenderung mengalami penurunan, beberapa waktu ke belakang. Padahal, berdasarkan catatan yang dimilikinya, kepatuhan sempat meningkat pada September hingga pertengahan November Tahun 2020.

"Masyarakat (kepatuhannya) mulai kendor. Jadi dari pertama tuh gini, kita dari September, Oktober, sampai pertengahan November bagus tuh kepatuhannya, naik terus. Pertengahan November itu turun drastis," ujar Sonny dalam diskusi virtual Polemik Trijaya bertajuk Varian Baru Covid-19," Sabtu (22/5/2021).

Baca juga:  Kalimantan Tengah Perkuat Prokes dan Vaksinasi Covid-19

Penurunan itu, kata dia, berlanjut sampai dengan minggu ketiga bulan Januari 2020. Di rentang waktu itu, bahkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menyentuh angka di bawah 50%.

"Sampai Minggu ketiga Januari itu ya turun terus. Bahkan kepatuhan memakai masker sempat di angka 30-40 persen, rendah banget. Makanya dampaknya kita mengalami lonjakan kasus, ksus aktif kita tertinggi di awal Februari. Itu sebagai dampak ketidakpatuhan ditambah libur panjang dan mobilitas yang tinggi," paparnya.

Baca juga:  Abaikan Prokes, Netizen Rekam Kondisi KRL Penuh Sesak


Follow Berita Okezone di Google News

Lebih lanjut dipaparkan, pada minggu ketiga Januari dan dibarengi dengan PPKM Mikro kepatuhan warga atas protokol kesehatan 3M kembali naik. Hal itu berlangsung sampai minggu kedua April.

"Makanya kasus aktif turun, tambahan kasus juga harian turun," jelasnya.

Sayangnya, setelah itu kembali terjadi penurunan kepatuhan. Menurut dia, penurunan kepatuhan berbanding lurus dengan ramainya mobilitas penduduk.

"Kami selalu melihat bahwa peningkatan mobilitas penduduk diikuti oleh penurunan kepatuhan prokes. Nah ini lah yang mengkhawatirkan karena mobilitas tinggi dan kepatuhan turun berpotensi menularkan Covid-19," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini