Share

Heboh Fenomena Gelombang Panas Ancam Indonesia, BMKG Sebut Hoaks

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 22 Mei 2021 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 337 2413831 heboh-fenomena-gelombang-panas-ancam-indonesia-bmkg-sebut-hoaks-P35MjyBk5A.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan informasi fenomena gelombang panas yang mengancam wilayah Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini adalah hoaks. Sebelumnya BMKG mendapat laporan terkait adanya fenomena gelombang panas tersebut.

"Pemberitaan yang beredar tentang gelombang panas di Indonesia adalah tidak benar," ujar Prakirawan Cuaca BMKG, Irsal Yuliandri melalui tayangan YouTube InfoBMKG, Sabtu (22/5/2021).

Irsal menjelaskan, gelombang panas atau dikenal dengan istilah heat wave adalah fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih, secara berturut-turut. Suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga lima derajat Celsius atau lebih.

"Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah dengan lintang menengah hingga lintang tinggi seperti di negara-negara Eropa dan Amerika," ucap Irsal.

Secara dinamika atmosfer, kata Irsal, hal tersebut dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah. Udara panas itu disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas. Misalnya, akibat sistem tekanan tinggi dalam skala luas dan terjadi cukup lama.

Baca Juga : Waspada Potensi Tsunami di Pesisir Jawa, BMKG Minta Jalur Segera Evakuasi Diperbaiki

"Wilayah Indonesia, secara geografis berada di sekitar ekuatorial yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah lintang menengah atau lintang tinggi. Selain itu, wilayah Indonesia memiliki variabelitas perubahan cuaca yang cepat," kata Irsal.

"Dengan perbedaan karakteristik dinamika atmosfer tersebut, di wilayah Indonesia tidak terjadi fenomena yang dikenal dengan gelombang panas atau heat wave," tekannya.

Menurutnya, kondisi cuaca panas yang sering terjadi di wilayah Indonesia, masih dalam suhu yang normal. Suhu panas harian umumnya disebabkan kondisi cuaca yang cerah pada siang hari dan relatif lebih signifikan pada saat posisi semua matahari berada di sekitar ekuator.

Baca Juga : Aktivitas Kegempaan di Selatan Jawa Meningkat, Warga Diminta Waspada

"Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum tanggal 16 Mei 2021, tercatat berkisar antara 33 derajat Celsius hingga 35,2 derajat celcius dengan suhu maksimum 35,2 derajat Celsius terjadi di Surabaya. Kisaran suhu tersebut masih dalam normal," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini