Share

Soal Surat Hamas ke Jokowi, Fajroel Pastikan Indonesia Berpihak ke Palestina

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 21 Mei 2021 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 337 2413456 soal-surat-hamas-ke-jokowi-fajroel-pastikan-indonesia-berpihak-ke-palestina-O0RDnOJ9Aw.jpeg Jalur Gaza poran-poranda diserang Israel.(Foto:AFP)

JAKARTA - Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman enggan menjawab pertanyaan perihal surat pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam suratnya, Ismail Haniyeh meminta Jokowi memobilisasi umat Islam dan dukungan internasional terhadap Palestina.

Fajroel mengatakan, Jokowi sudah menyampaikan sikap pemerintah Indonesia terkait konflik Palestina-Israel. Jokowi mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap warga Palestina. Jokowi, kata dia, juga mengutuk tindakan pengusiran paksa warga Palestina di Sheikh Jarrah.

"Hingga saat ini Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan sikap pemerintah Indonesia pada Senin, 10 Mei 2021, yaitu mengutuk tindakan pengusiran paksa warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Masjidil Aqsa," ujar Fadjroel kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).

Indonesia telah mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan atas kekerasan yang dilakukan Israel. Dia menegaskan, Indonesia akan terus berpihak pada rakyat Palestina.

Baca Juga:ย Bela Al Aqsa, Ratusan Umat Islam Kepung Kedubes AS

"Serta mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan atas pelanggaran berulang yang dilakukan oleh Israel. Indonesia akan terus berpihak pada rakyat Palestina," ujarnya.

Jokowi juga telah berbicara dengan sejumlah pemimpin negara untuk mendesak penghentian agresi Israel di Palestina.

"Serta pada Sabtu, 15 Mei 2021, Presiden Joko Widodo sudah berbicara dengan sejumlah pemimpin negara (Turki, Singapura, Malaysia, Afghanistan, dan Brunei Darussalam) untuk menghentikan agresi Israel," tutur Fadjroel.

Palestina dan Israel sudah sepakat melakukan gencatan senjata. Gencatan senjata antara Hamas dan Israel disepakati pada Kamis (20/5/2021) malam waktu setempat dan berlaku mulai Jumat (21/5/2021) dini hari setelah terjadi pertempuran sengit selama 11 hari terakhir.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini