Kejagung Sita Aset 3 Tersangka Dugaan Korupsi Asabri

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 20 Mei 2021 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 337 2413175 kejagung-sita-aset-3-tersangka-dugaan-korupsi-asabri-8AuGWNXfVz.jpg Kejagung (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah aset tiga tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Ketiga tersangka itu adalah, Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, Direktur Utama PT Asabri periode Maret 2016-Juli 2020; Letjen TNI (Purn) Sonny Widjaja, dan Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.

"Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali melakukan tindakan penyitaan barang bukti dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT. Asabri yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp23 triliun," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga:  Kejagung Sita 2 Bidang Tanah & Bangunan Milik Benny Tjokro di Bandung

Aset untuk tersangka Benny Tjokro yang disita antara lain, enam bidang tanah dan/atau bangunan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, dan satu bidang tanah dan/atau bangunan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Satu bidang tanah dan/atau bangunan di DIY yakni seluas 468 M2, yang terdapat sebuah bangunan yang dikenal dengan nama Hotel Brothers Inn.

Selanjutnya, berdasarkan Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sukoharjo Nomor : 110/Pen.Pid/2021/PN.Skh tanggal 29 April 2021, aset milik atau yang berkaitan dengan Tersangka BTS yaitu:

Satu bidang tanah dan / atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No.1286 seluas 462 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Graha Solo Dlopo.

Satu bidang tanah dan / atau bangunan sesuai SHGB No.1287 seluas 176 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah dengan pemegang hak An. PT. Graha Solo Dlopo.

Baca Juga:  Perlu UU Perampasan Aset Tekait Lelang Sitaan Asabri

Satu bidang tanah dan / atau bangunan sesuai SHGB No.1294 seluas 90 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Graha Solo Dlopo.

Satu bidang tanah dan / atau bangunan sesuai SHGB No.1296 seluas 90 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Graha Solo Dlopo.

Satu bidang tanah dan / atau bangunan sesuai SHGB No.1297 seluas 108 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Graha Solo Dlopo.

Satu bidang tanah dan / atau bangunan sesuai SHGB No.1298 seluas 144 M2 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah dengan pemegang hak atas nama PT Graha Solo Dlopo.

"Di atas enam bidang tanah tersebut terdapat bangunan yang dikenal dengan nama Hotel Brothers Inn Sukoharjo," ujar Leonard.

Kemudian, penyitaan aset milik tersangka kedua yakni, Sonny Widjaja. Yakni, satu bidang tanah dan/atau bangunan yang terletak di Kabupaten Badung, Bali, dan satu bidang tanah dan/atau bangunan di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

"Di atas dua bidang tanah yang berada di Kabupaten Badung, Bali dan Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan terdapat bangunan yang dikenal dengan nama Hotel The Nyaman," ucap Leonard.

Terakhir, aset milik Jimmy Sutopo. Menurut Leonard, tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Jampidsus telah menerima hasil taksasi nilai barang bukti 36 lukisan atas nama JS yang merupakan barang bukti dalam perkara itu.

Leonard mengungkapkan, sesuai surat dari Direktur Cemara 6 Galeri-Museum perihal hasil penilaian terhadap barang bukti berupa 36 lukisan emas karya Seniman Kim Il Tae yang disita dari Raffles Apartemen, Kuningan Jakarta Selatan, ssebagaimana surat Nomor 39/KA/BB-JS/VI/2021.

"Berdasarkan hasil proses pengamatan, penaksiran dan penilaian terhadap 36 lukisan emas milik tersangka JS, diperoleh taksiran penilaian senilai Rp109.066.455.304," tutup Leonard.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini