Kasus Siswi SMA Bengkulu Hina Palestina Selesai Lewat Mediasi

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 20 Mei 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 337 2412985 kasus-siswi-sma-bengkulu-hina-palestina-selesai-lewat-mediasi-Zfchbox2x3.jpg Siswi SMA di Bengkulu minta maaf lantaran hina Palestina (Foto : iNews)

JAKARTA - Kasus dugaan penghinaan terhadap Negara Palestina melalui media sosial (medsos) yang dilakukan oleh Siswi SMA Bengkulu, MS (19), telah diselesaikan secara mediasi oleh seluruh pihak elemen masyarakat dan keluarga.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan, perkara itu diselesaikan secara kekeluargaan setelah adanya proses mediasi seluruh pihak, diantaranya, Kapolres, Forum Kerukunan Umat Beragama, juga pelaku dan orang tuanya.

"Kemudian semua peserta rapat yang hadir menerima permintaan maaf dan MS dan keluarga serta akan meredam situasi yang akan terjadi," kata Ramadhan dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/5/2021).

Ramadhan mengungkapkan, hasil mediasi itu, MS juga telah mengakui kesalahannya dan telah menyampaikan permohonan maafnya atas kontennya di media sosial yang telah membuat gaduh.

"Kemudian hasil mediasi yang telah dilakukan, MS mengakui kesalahannya kemudian akan meminta maaf di muka umum, serta akan memviralkan video permintaan maafnya di medsos," ucap Ramadhan.

Kendati begitu, kata Ramadhan, MS telah menerima beberapa sanksi dari pihak sekolah atas perbuatannya tersebut.

"Terhadap MS dari pihak otoritas sekolah akan dilakukan pembinaan dan sanksi untuk memberikan efek jera agar peristiwa ini tidak terjadi lagi, atau tidak dilakukan oleh siswa yang lain," ujar Ramadhan.

Baca Juga : Siswi SMA Penghina Palestina Pindah Sekolah, Orangtua: Demi Psikis dan Mental

Sebelumnya, MS membuat rekaman ujaran kebencian terhadap Palestina yang saat ini sedang berkonflik dengan Israel. Dalam unggahan berdurasi 8 detik yang sudah dihapus oleh TikTok itu, MS merekam dirinya menyuarakan hujatan terhadap Palestina.

Akibat ulahnya itu, MS dikeluarkan dari sekolahnya. Keputusan ini diambil setelah pihak sekolah mengevaluasi tata tertib sekolah dan pelanggaran MS, hasilnya yang bersangkutan dianggap sudah melampaui ketentuan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini