Berawal dari Pacar Minta Magicom, Pencurian Berdarah Terjadi di Pangkalan Bun

Sigit Dzakwan, iNews · Kamis 20 Mei 2021 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 337 2412821 berawal-dari-pacar-minta-magicom-pencurian-berdarah-terjadi-di-pangkalan-bun-O1W8Ebz2tW.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

KOTAWARINGIN BARAT - Bingung mencari uang untuk membelikan magicom keinginan pacar, seorang buruh bangunan nekad mencuri di rumah warga di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng.

Namun saat masuk ke dalam rumah, anak dari pemilik rumah terbangun dan pelaku nekat menghantamkan martil sebanyak tiga kali ke kepala korban hingga terluka parah dan langsung kabur.

Aksi brutal tersangka ABP (40) terjadi pada Minggu 16 Mei 2021 sekitar pukul 03.00 WIB di rumah korban Agustina Setyawati dan anaknya SSB (14) di Jalan Utama Pasir Panjang Perum Bumi Palapa Indah Blok C No 1, RT 009, Desa Pasir Panjang Kecamatan Arut Selatan.

Awal mula tersangka berniat melakukan pencurian di rumah tersebut dengan membawa martil dan kaos lengan panjang untuk menutupi wajahnya. Setelah sampai TKP kemudian tersangka masuk ke dalam rumah dengan cara melompat lewat jendela.

“Pada saat di dalam rumah, kemudian tersangka mengikat kaos untuk menutupi wajah dan mengambil daster untuk membungkus tangan kanannya supaya martil tidak lepas dari genggamannya,” ujar Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah saat pers rilis di halaman Mapolres Kobar Kamis 19

Kapoles melanjutkan, setelah masuk rumah kemudian tersangka mencari barang-barang berharga tetapi belum menemukan barang berharga tersebut. Pada saat tersangka keluar dari kamar tidur anak, tersangka melihat korban bangun dan langsung dipukul kepalanya dengan menggunakan palu / martil sebanyak 3 kali mengenai kepala bagian belakang, telinga sebelah kanan dan rahang sebelah kanan.

“Saat ini korban masih dirawat intensif di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun,” beber Kapolres.

Devy menceritakan, motif tersangka mencuri awalnya lantaran sang pacar meminta dibelikan magicom namun tersangka tidak mempunyai uang dan sontak berpikir untuk mencuri.

Saat itu tersangka yang merupakan buruh bangunan yang baru berada di Pangkalan Bun selama tiga bulan ini melihat rumah korban jendela rumahnya tidak tertutup dan langsung masuk rumah korban.

“Setelah melakukan pemukulan, kemudian tersangka mundur kebelakang dan menabrak pintu kamar ibu korban, tidak lama kemudian ibu korban membuka kunci pintu sehingga tersangka lari ke dapur untuk bersembunyi dan mematikan lampu dapur,” jelasnya.

Ia melanjutkan, saat ibu korban berjalan ke arah dapur, tersangka langsung memukul ibu korban tetapi tidak kena. Kemudian tersangka memukuli ibu korban hingga korban mundur ke belakang sampai ke ruang tamu sambil menangkis pukulan tersangka.

“Setelah itu tersangka membuang barang bukti daster, kaos yang dipakai dan martil di belakang rumah, sedangkan kaos penutup kepala dibuang di dapur,” jelasnya.

Setelah polisi melakukan penyelidikan dan mengorek keterangan sejumlah saksi akhirnya tersangka dapat dibekuk pada Selasa 18 Mei 2021 di rumah kos di sekitar Jalan Utama Pasir Panjang.

“Tersangka kita jerat Pasal 80 Ayat (1) dan Ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 20016 tentang Penetapan Pergantian UU RI No. 1 Tahun 20016 tentang anak. Pasal 80 Ayat (2) dengan Ancaman pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 juta.”

Dan Perubahan Ke 2 atas UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Anak. Perlindungan Pasal 80 Ayat (2) Ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 juta. Serta pasal 351 ayat (2) KUH Pidana ancaman p[idana selama-lamanya satu tahun.

Sementara itu untuk barang bukti yanh berhasil diamankan yakni, satu lembar baju daster perempuan bercorak bunga yang terdapat bercak darah, satu lembar kaos lengan panjang warna hitam bertuliskan Aswin, satu lembar kaos lengan panjang warna biru dengan lengan warna abu-abu bertuliskan Levis, satu lembar celana panjang warna biru dongker merk Levis S, satu buah palu / martil yang terbuat dari besi dengan gagang terbuat dar kayu dan satu pasang sandal jepit.

Sementara itu tersangka, ABP (40) yang merupakan warga asli Kabupaten Madiun Jawa Timur ini saat ditanya kapolres mengaku gelap mata karena panik sehingga memukul anak korban menggunakan martil.

“Saat itu saya panik dan langsung memukul kepalanya menggunakan martil yang saya bawa. Saya tidak tahu kalau itu masih anak anak. Karena badannya besar, saya kira suami pemilik rumah. Saya menyesal telah memukulnya hingga terluka parah,” ujar ABP.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan ibu korban pelakunya, diduga kuat andalan suami sirinya yang juga ayah tiri korban berinisial OI. Bahkan OI sempat dimintai keterangan oleh polisi. Namun karena kejelian anggota Satreskrim Polres Kobar akhirnya polisi dapat mengungkap kasus ini yang ternyata pelakunnya adalah buruh bangunan berinisial ABP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini