Hikayat Tanah Palestina: Dibebaskan Umar bin Khatab hingga Perjanjian Balfour Awal Pendudukan Yahudi

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 20 Mei 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 337 2412638 hikayat-tanah-palestina-dibebaskan-umar-bin-khatab-hingga-perjanjian-balfour-awal-pendudukan-yahudi-dshoh5tkMo.jpg Foto: AFP

KONFLIK antara Israel dan Palestina kembali memanas di wilayah Jalur Gaza. Ratusan warga Palestina meninggal akibat serangan brutal mesin-mesin tempur pasukan zionis.

Kejadian ini merupakan rentetan dari sejarah panjang konflik Israel dan Palestina. Bahkan, pertikaian antara kedua belah pihak sudah berlangsung selama ratusan tahun silam.

Lantas, bagaimana sebenarnya akar konflik kedua negara tersebut?

(Baca juga: Gempur Palestina dengan Senjata Canggih, Kekuatan Israel Masih Kalah Jauh dengan Indonesia)

Sekitar 2500 tahun SM Palestina merupakan nama untuk wilayah barat daya negeri Syam, yaitu wilayah yang terletak di bagian barat  Asia dan bagian pantai timur Laut Tengah. Nama klasik wilayah Palestina adalah Kan’an karena dalam sejarah tercatat bangsa yang pertama kali bermukim di Palestina adalah Bangsa Kan’an yang datang dari Jazirah Arab.

(Baca juga: Kisah Pasukan Putih di Gaza, Senjata Canggih Zionis Israel Tak Bisa Membunuhnya)

Bangsa Kan’an membangun kurang lebih 200 kota dan desa di Palestina seperti Pisan, Alqolan, Aka, Haifa, Bi’ru Al Shaba, dan Betlehem. Kota besar Kan’an saat itu adalah Shekeem dan diikuti wilayah yang masih bisa ditemui sekarang adalah Asdod, Acco, Gaza, Al-Majdal. Jagga, Askelan, Ariha, Jericho, dan Bisan.

ist

Sekitar 1900 SM, Kedatangan nabi di Palestina diawali kedatangan Nabi Ibrahim yang pada saat itu kekuasaan Palestina (Al Quds) dipegang oleh Malki Shadiq. Kemudian Nabi Ya’qub yang mempunyai anak sebanyak dua belas orang. Keturunan nabi Ya’qub kemudian dinamakan sebagai Bani Israel ( Israel adalah julukan bagi Nabi Ya’qub a.s.). Kekejaman Fir’aun ketika itu memaksa Bani Israel keluar dari Palestina dan mendiami wilayah Mesir.

Pada abad ke 13 SM, Nabi Musa datang untuk menyelamatkan Bani Israel dari kekejaman Fir’aun, tetapi Nabi Musa berpulang sebelum membawa kembali Bani Israel ke wilayah Palestina.

Pada 1190 SM, Sepeninggalan Nabi Musa, Bani Israel dipimpin oleh Nabi Yusya bin Nun a.s yang kemudian membawa Bani Israel menguasai daerah bagian timur Palestina

Pada (963-923 SM), Tercatat Nabi Dawud a.s. juga pernah memerintah di wilayah Palestina setelah menghancurkan Raja Thalut. Kepemimpinan Nabi Dawud kemudian dilanjutkan oleh Nabi Sulaiman a.s. Saat kepemimpinan Sulaiman a.s., Palestina berada pada kondisi tertinggi dalam segala aspek kehidupan namun setelah Nabi Sulaiman a.s. wafat, kondisi negara terpecah menjadi dua. Muncul dua negara yang saling bermusuhan, yaitu kerajaan Israel dan kerajaan Yahuda. Kerajaan Israel tidak bertahan lama dibandingkan kerajaan Yahuda yang terus berlanjut sampai 586 SM dengan ibukota Al Quds.

Sekitar 800 SM, Asal kata Palestina disebutkan berasal dari kata philsta dalam catatan Asiria selama masa Raja Assyiria (Addizari III)

Pada tahun 586 SM, Kerajaan Yahuda runtuh setelah dikalahkan oleh orang-orang Babilonia di bawah kepemimpinan Nebukadnezar.11 Palestina setelah itu dikuasai oleh kerajaan Persia (539-332 SM) yang dipimpin oleh Darius. Darius membagi wilayah atau negara bagian Persia menjadi dua belas wilayah dan menjadikan Palestina sebagai wilayah kelima dengan nama Aramen (Abr Nahra) yang berarti seberang sungai.

Sejarah kemudian menyatakan Kerajaan Romawi menguasai Palestina setelah mengalahkan kekuasaan Helenisme Yunani di bawah kepemimpinan Paranormal Agung (332-63 SM). Saleh menyatakan bahwa Bangsa Romawi (Bizantium) menguasai Palestina pada tahun 63 SM dalam bentuk otonomi kekuasaan dan barulah pada 6 M pemerintahan diambil alih langsung oleh Romawi.

Pertengahan abad ke-5, Palestina dalam sejarah kuno disebutkan sebagai tanah Kan’an dalam laporan pemimpin tentara King Mary. Nama itu tertulis di tugu Adrimi, seorang Raja Alkha (Tal Al A’tashenah)

Pada 500-14.000 SM, terdapat peninggalan purbakala yang mengindikasikan manusia sudah mendiami Palestina sejak zaman batu, hal ini diketahui saat Bangsa Kan’an datang dari Jazirah Arab. Sisa peninggalan purbakala tersebut berupa tulang belulang manusia yang ditemukan di dalam gua-gua di Palestina seperti Gua Al-Amira, Irc Al-Ahmar, Al-Wad, Kubarah, dan di Pegunungan Negev

Pada 636 M, Ekspansi Islam ke wilayah Palestina terjadi pada saat kekhalifahan Umar bin Khattab r.a. Perebutan wilayah Palestina ditandai dengan perang Ajnadid yang serupa dengan perang Yarmuk yang memakan banyak korban dari tentara muslim dan Romawi dan dalam jangka waktu yang lama, namun pasukan muslim di bawah panglima perang Abu Ubaidah dan Khalid bin Walid memenangkan peperangan tersebut dan pasukan Romawi menarik diri ke kota Yerusalem.

Setelah jatuhnya khilafah Utsmaniyah, Palestina menjadi jajahan Inggris. Inggris menduduki selatan Palestina dan bagian tengahnya pada Desember 1917.

Pada 2 November 1917, Perjanjian Balfour terjadi dengan menandatangani perjanjian penyerahan Palestina kepada Zionis padahal saat itu Palestina belum menjadi jajahan Inggris. Saat perjanjian Balfour dilaksanakan tercatat sebesar 56.000 Yahudi menatap di Palestina (8 persen dari penduduk Palestina)

September 1918, Inggris menjajah Palestina bagian utara

Pada 1939-1945, Eksodus Yahudi ke Palestina tidak bisa dilepaskan dari tragedi holocaust yang didengungkan Eropa. Holocaust muncul karena perbuatan Nazi pada perang dunia II

Pada tahun 1946, Transyordania memperoleh kemerdekaan dari Mandat Britania atas Palestina.

Pada tanggal 14 Mei 1948, Yahudi mendeklarasikan negara Israel

Pada tahun 1948, terjadi Perang Arab-Israel. Selama perang,Israel memperoleh wilayah tambahan. Mesir memperoleh kendali atas Jalur Gaza dan Transyordania mendapatkan kontrol atas Tepi Barat.

Pada tahun 1959, Mesir awalnya mendukung terciptanya Pemerintahan Seluruh Palestina, tapi itu dibubarkan

Pada tahun 1964, ketika Tepi Barat dikontrol oleh Yordania, Organisasi Pembebasan Palestina didirikan di sana dengan tujuan untuk menghadapi Israel.

Pada tahun 1967, Perang Enam Hari ketika Mesir, Yordania dan Suriah berperang melawan orang Israel, berakhir dengan ekspansi teritorial signifikan oleh Israel.

Pada 22 November 1974, KTT Liga Arab 1974 menunjuk Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai wakil sah tunggal rakyat Palestina dan menegaskan kembali hak mereka untuk mendirikan negara merdeka yang mendesak.PLO telah memiliki status pengamat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai "entitas non-negara"

Pada 15 November 1988, Deklarasi Kemerdekaan Palestina dinyatakan di Aljir oleh Dewan Nasional (PNC) Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)

Pada tahun 1993, dalam Persetujuan Oslo, Israel mengakui tim negosiasi PLO sebagai "mewakili rakyat Palestina", dengan imbalan PLO mengakui hak Israel untuk eksis dalam damai, penerimaan resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338, dan penolakannya terhadap "kekerasan dan terorisme".

Sumber:

-Muhsin Muhammad Shaleh. Palestina : Sejarah, Perkembangan, dan Konspirasi (Gema Insani Press: Jakarta, 2002)

-Fawzy Al Ghadiry. Sejarah Palestina (Book Marks: Yogyakarta, 2010)

- Muhammad Husain Haekal, Umar bin Khattab: Sebuah Telaah Mendalam Tentang Pertumbuhan Isalm dan Kedaulatannya (Litera Antarnusa : Bogor, 2008)

- Herry Nurdi, Membongkar Rencana Israel Raya (Cakrawala Publishing : Jakarta, 2009)

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini