Mahfud MD: Kelompok MIT di Poso Sudah Semakin Terdesak

Riezky Maulana, iNews · Rabu 19 Mei 2021 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 337 2412329 mahfud-md-kelompok-mit-di-poso-sudah-semakin-terdesak-ypoYGU51e2.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Selain berupaya menumpas kelompok teroris yang ada di wilayah Papua, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyatakan bahwasanya turut menaruh atensi atas tindakan brutal yang ada di Poso, Sulawesi Tengah. Adapun kekerasan di Poso dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kelora.

"Sekarang ini pemerintah terus berupaya menumpas habis kelompok teroris, menumpas habis aksi-aksi kekerasan yang dilakukan kelompok teroris baik yang ada di Papua, maupun teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang juga beberapa, dua atau tiga hari lalu muncul lagi," ujar Mahfud saat konferensi pers, Rabu (19/5/2021).

Menurut eks Menhan di era Presiden Gus Dur ini, kelompok teroris itu sudah dalam kondisi terdesak menghadapi operasi pengejaran yang dilakukan. Dia pun menegaskan, tindakan itu hanyalah upaya pemerintah melindungi masyarakat.

"Ini menunjukkan bahwa kelompok tersebut sudah mulai semakin terdesak oleh operasi pengejaran kita. Sekali lagi ya ini pengejaran untuk menyelamatkan rakyat," tegasnya.

Baca Juga: KKB Terus Berulah, Mahfud MD: Kami Akan Terus Kejar dan Runtuhkan Mereka

Berikut ini peristiwa kontak senjata antara aparat keamanan dengan kelompok teroris MIT di Poso yang disampaikan Mahfud dalam konferensi persnya:

1. Tanggal 1 Maret 2021 terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok MIT di Desa Maros, Kecamatan Poso Pesisir yang mengakibatkan dua anggota teroris tewas.

2. Tanggal 3 Maret telah terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok teroris di Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir yang mengakibatkan satu personel Brimob gugur.

3. Tanggal 11 Mei 2021, membunuh dengan sadis empat orang petani di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Poso. Ali Kelora diduga berada dibalik pembantaian tersebut.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini