Fakta-Fakta Siswi SMA Diduga Hina Palestina Berujung Dikeluarkan dari Sekolah

Tim Okezone, Okezone · Rabu 19 Mei 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 337 2412018 fakta-fakta-siswi-sma-diduga-hina-palestina-berujung-dikeluarkan-dari-sekolah-IPN2J5q1X9.jpg Siswa SMA yang hina Palestina di medsos membuat pernyataan maaf. (Foto : iNews/Endro Dwirawan)

JAKARTA - Seorang siswa SMA di Bengkulu Tengah, Bengkulu, yakni MS menjadi sorotan netizen atas postingannya di media sosial (medsos). Postingannya itu diduga menghina Palestina, yang kini tengah konflik dengan Israel beberapa terakhir.

Akibat postingannya yang dibuat pada 15 Mei 2021 itu, siswi kelas XI itu dipanggil pihak sekolah. Bahkan, dirinya harus menelan pahit menerima sanksi yang dijatuhkan kepadanya. Berikut fakta-fakta mengenai siswi yang diduga hina Palestina di medsos, seperti dirangkum pada Rabu (19/5/2021) :

Diduga Hina Palestina

Dalam postingannya di TikTok, MS menyebut umpatan terhadap Palestina. Bahkan, ia Palestina mesti dibantai.

"Palestina b*bi, mari kita bantai, canda bantai," sebutnya, dalam video tersebut.

Minta Maaf

Sadar postingannya itu salah, MS langsung meminta maaf. Ia membuat video pernyataan minta maaf mengakui kesalahannya itu.

"Saya benar-benar minta maaf kepada teman-teman semua terutama pendukung Palestina. Saya tidak ada maksud begitu, saya cuma iseng-iseng doang," ucapnya.

Baca Juga : Bertahun-Tahun Perangi Israel, Dari Mana Sumber Dana dan Persenjataan Hamas? 

Tak hanya itu, Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Ary Baroto menyebut, MS juga membuat pernyataan maaf tertulis atas tindakannya di medsos. Sementara proses hukum terhadapnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Akun Diblokir

MS mengaku berniat menghapus postingannya itu di TikTok usai menerima kecaman netizen. Namun, ia mengaku, belum sempat menghapus postingannya itu karena akunnya diblokir TikTok.

"Saya enggak tahu lagi sekarang mau gimana, saya mau hapus videonya tapi TikTok saya sudah diblokir," katanya.

Dikeluarkan dari Sekolah

Pihak sekolah menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait menindaklanjuti aksi MS di medsos. Dalam rapat tersebut, diambil keputusan bahwa MS dikeluarkan dari sekolahnya di Bengkulu Tengah.

“Pihak sekolah sudah ambil keputusan melalui rapat yang dihadiri ketua komite wali kelas, unsur pengawas. Keputusan dari rapat karena poin tata tertib sekolah sudah terlampaui maka siswa tersebut akan dikembalikan ke orangtuanya,” kata Kepala Cabdin Dikbud Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini