Kemenkes Targetkan 63 Juta Orang Terima Vaksinasi Covid-19 Gelombang 3

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 18 Mei 2021 22:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 337 2412012 kemenkes-targetkan-63-juta-orang-terima-vaksinasi-covid-19-gelombang-3-lFk5taaWSc.jpg Ilustrasi (Foto: RFI)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan 63,9 juta orang akan menerima vaksinasi Covid-19 gelombang 3 yang telah dimulai pada awal Mei 2021. Kelompok prioritas mulai dari masyarakat miskin, disabilitas, hingga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

"Ini sangat luas, artinya ekonominya ke bawah, secara sosial ini juga kurang beruntung. Ini yang didahulukan," kata Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizidalam acara daring 'Vaksinasi Gelombang Ketiga Dimulai' yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid-19 ID, Selasa (18/5/2021).

Nadia menjelaskan program ini awalnya ditargetkan berjalan pada April. Namun tertunda akibat ketersediaan vaksin imbas embargo vaksin India. Provinsi DKI Jakarta juga menjadi prioritas lantaran memiliki kasus Covid-19 yang tinggi.

Selain itu, Ibu Kota memiliki karakteristik masyarakat yang beragam sebagai daerah urban. "Kemarin DKI Jakarta sudah memulai ini menjadi suatu pilot project, sebelum kita melakukannya secara nasional," tambah Nadia.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Dipastikan Aman, Sudah Dipakai 1 Miliar Dosis

Ia menambahkan bahwa penghentian sementara distribusi vaksin Covid-19 AstraZeneca batch CTMAV547 sebagai bentuk kehati-hatian. "Kalau kita lihat kemarin Kementerian Kesehatan menunda distribusi salah satu jenis vaksin yaitu AstraZeneca CTMAV547 ini dikaitkan karena kehati-hatian," kata Nadia.

Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama menjelaskan bahwa program vaksinasi gelombang 3 yang menyasar masyarakat rentan telah dilakukan sejak 5 Mei 2021.

Baca juga: Pemuda Meninggal Usai Dapat Vaksin AstraZeneca, Ini Gejala yang Dialami Sebelumnya

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan di mana DKI Jakarta diminta untuk melakukan vaksinasi pada masyarakat rentan, terutama di kawasan kumuh.

"Maka, kami melakukan tindak lanjut dengan melakukan pemetaan. Masyarakat di sini kita bagi 3 zona yakni 445 RW yang sedang dalam proses prioritas untuk penataan pemukiman yang tertuang dalam Pergub Nomor 90 Tahun 2018. Kedua, adanya RW tempat transmisi lokal dari virus mutasi atau varian baru yang ditemukan varian India. Ketiga, RT Zona PPKM Mikro yakni berupa zonasi merah dan oranye," jelas Ngabila.

Sejak 5 Mei 2021 hingga saat ini, tercatat sudah ada 140 ribu lebih masyarakat rentan di DKI Jakarta yang telah divaksinasi Covid-19. "Tahap 3 dari sasaran menunggu arahan dari pemerintah terhadap alokasi dan target yang diberikan kepada DKI Jakarta. Tapi, untuk kelompok tadi, masyarakat rentan sudah dimulai, dan saat ini sudah vaksinasi sekitar dari tanggal 5 sampai saat ini mencapai 142 ribu," kata dia.

Kemenkes pun menargetkan sebanyak 181.554.465 warga Indonesia akan mendapat vaksin covid-19 yang terbagi menjadi empat tahapan. Pertama, menyasar sebanyak 1,4 juta tenaga kesehatan, kemudian tahap kedua secara paralel menyasar sebanyak 21,5 juta lansia dan 17,3 petugas pelayanan publik.

Kemudian tahap ketiga menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi sebanyak 63,9 juta orang. Dan tahap keempat menyasar sebanyak 77,4 juta orang yang merupakan masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini