Sabar Hadapi Cacian Warga yang Tak Terima Diputarbalik, Sikap Polisi Sesuai Presisi

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 18 Mei 2021 21:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 337 2411994 sabar-hadapi-cacian-warga-yang-tak-terima-diputarbalik-sikap-polisi-sesuai-presisi-YKaCyOgvpk.jpg Wanita maki-maki petugas karena tidak terima diputarbalik. (Ist)

JAKARTA - Aksi pengendara yang tak diterima diputarbalikkan di pos penyekatan viral di media sosial (medsos). Aparat menjadi sasaran bagi pengendara yang tidak terima diputarbalikkan. Sikap aparat yang tetap mengedepankan pendekatan humanis saat menghadapi cacian pengendara menuai apresiasi.

Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni mengungkapkan,pendekatan humanis dan kesabaran petugas tersebut sudah sesuai dengan program Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan, yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Sudah tugasnya Polri untuk humanis sesuai dengan Program Presisi Kapolri dan itu bagian dari tanggung jawab anggota di lapangan wajib humanis mengayomi," kata Sahroni saat dihubungi awak media, Selasa (18/5/2021).

Setidaknya, ada dua peristiwa warga yang memaki aparat kepolisian saat diputarbalikan di pos penyekatan yang menarik perhatian masyarakat. Pertama di Sukabumi, yang di mana seorang ibu melontarkan kalimat kasar kepada aparat kepolisian karena di mobil berisikan rombongan keluarganya dihalau oleh petugas.

Peristiwa kedua adalah seorang perempuan yang mencaci maki polisi di Jalan Lingkar Selatan, Ciwandan, Cilegon, Banten. Setelah viral yang menuai kecaman dari masyarakat, mereka berdua meminta maaf atas sikapnya kepada aparat kepolisian.

Kedua warga yang memaki itupun sudah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada aparat kepolisian. Petugas dengan lapang dada memberikan maaf kepada dua orang tersebut.

Baca Juga : Wanita Maki Petugas Tolak Diputar Balik di Pos Penyekatan Ciwandan Mengaku Didorong dan Dicaci

Sahroni menambahkan, seharusnya masyarakat jangan seenaknya memperlakukan petugas kepolisian yang sudah berjuang dengan sabar dan humanis dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 sebagaimana implementasi dari kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan virus corona saat libur Lebaran.

"Petugas sudah lelah lakukan pencegahan sesuai aturan pemerintah. Humanis sangat di perlukan tapi tidak dengan cara seenaknya juga. Itu sangat benar tapu dengan sikap yang tidak ramah kepada petugas itu juga tidak boleh dilakukan oleh orang-orang yang semaunya," ujar Sahroni.

Bahkan terkait makian warga ke aparat itu, Sahroni berharap adanya tindakan yang lebih tegas kepada masyarakat yang bertindak seenaknya.

"Tidak bisa dibiarkan. Harus ada hukuman keras agar masyarakat bisa lebih menuruti aturan dan menghargai petugas yang bekerja. Hukumannya bisa dengan kerja sosial atau ya dipenjara saja," tutur Sahroni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini