Jokowi Minta Keterisian Rumah Sakit di Bawah 50%

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 18 Mei 2021 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 337 2411978 jokowi-minta-keterisian-rumah-sakit-di-bawah-50-bOc7H8mHT2.jpg Presiden Jokowi. (Foto : Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, saat ini keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit secara nasional menurun, yakni 29%. Dia pun ingin agar BOR di setiap daerah di bawah 50%.

“Target kita sekarang harus di bawah 50. Ada yang masih di atas 50. Karena BOR nasional kita sekarang ini, keterisian, rasio keterisian tempat tidur yang ada di rumah sakit secara nasional sekarang ini kita di posisi yang baik yaitu 29%. Tapi ada beberapa provinsi yang di atas 29%. Ada yang masih di atas 50%,” katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).

Dia menyebutkan, masih ada tiga provinsi yang keterisian tempat tidur rumah sakitnya di atas 50%. Di antaranya Sumatera Utara 56%, Kepulauan Riau 53%, dan Riau 52%.

“Kalau yang masuk ke rumah sakit banyak artinya memang harus hati-hati, super hati-hati. Karena BOR nasional sudah turun 29%. Pernah dulu di angka di atas 80%,” ujarnya.

Jokowi mengatakan selalu menjadikan Wisma Atlet sebagai patokan keterisian tempat tidur untuk perawatan Covid-19. Dia mengaku sempat merasa takut saat keterisian Wisma Atlet mencapai angka di atas 90%.

“Pernah di September 2020 di atas 90%. Saya ingat betul dan saya takut betul. Sudah diatas 90%. Artinya dua minggu ke depan tidak bisa turun sudah penuh dan bisa kolaps rumah sakit kalau sudah di atas angka itu,” ujarnya.

Namun saat ini keterisiannya jauh menurun dibandingkan bulan September 2020. Dia menyebut keterisian Wisma Atlet saat ini 15,5%.

Dia meminta seluruh kepala daerah dan forkopimda mengetahui kondisi Covid-19 di daerahnya masing-masing. Dengan begitu tahu apa yang harus dilakukan.

Baca Juga : Jokowi: Kelemahan Kita Ada di Tracing Kontak Erat Covid-19

“Kalau obatnya kurang berarti telepon Menkes untuk dikirim obat apa. Kalau vaksin masih punya kemampuan untuk disuntikkan terutama bagi lansia, vaksinnya gak ada, telepon Menteri Kesehatan,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini