Pergerakan Arus Balik Capai 2,6 Juta Orang, Satgas Pertebal Pengendalian Covid-19

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 18 Mei 2021 20:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 337 2411972 pergerakan-arus-balik-capai-2-6-juta-orang-satgas-pertebal-pengendalian-covid-19-qZPrut7TU4.jpeg Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan adanya pengetatan mobilitas dan larangan mudik membuat jumlah penumpang di seluruh moda transportasi mengalami penurunan. Namun, dari survei Kemenhub jumlah masyarakat yang akan melakukan arus balik cukup tinggi.

“Survei oleh Litbang Kemenhub memperkirakan mobilitas pergerakan puncak arus balik setelah 21 Mei mencapai 37% atau 2,6 juta orang. Oleh karena itu pemerintah terus mempertebal upaya pengendalian Covid,” katanya dalam konferensi persnya, Selasa (18/5/2021).

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan pengetatan mobilitas melalui kewajiban penyertaan surat tes negatif Covid-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1x24 jam. Hal ini berlaku untuk seluruh moda transportasi mulai dari tanggal 18 sampai 24 Mei 2021.

“Dan penggiatan kegiatan tes kesehatan secara acak di berbagai titik strategis. Pada dasarnya, kedua kebijakan ini telah tertuang dalam adendum SE Satgas No.13/2021 yang diresmikan sejak 21 April 2021,” ungkapnya.

Selain itu, pengetatan juga disesuaikan dengan eskalasi kasus positif, kematian, dan keterisian tempat tidur di rumah sakit. Hal ini sebagaimana yang terjadi di Pulau Sumatera.

Baca Juga : Reaktif Covid-19, 2 Penumpang di Terminal Pulogebang Isolasi Mandiri

“Maka dilakukan penambahan personel dan upaya testing di titik penyekatan,” ujarnya.

Menurutnya sejak tanggal 15 Mei lalu untuk pelaku perjalanan dari Sumatera ke Jawa maka harus melalui tes rapid antigen wajib di Pelabuhan Bakauheni. Upaya ini akan dikoordinir langsung oleh satgas khusus yang dikoordinir satgas Lampung.

“Untuk pelaku perjalanan dari Provinsi Jatim, Jateng, DIY, dan Jabar ke Jakarta dengan pelaksanaan tes rapid antigen secara random di titik penyekatan baik di jalan tol atau nasional. Upaya ini akan dilakukan dengan kolaborasi antara satgas daerah, dinas kesehatan, unsur polri maupun unsur pengelola fasilitas jasa jalan tol,” paparnya.

Baca Juga : Polda Metro Jaya Prediksi Puncak Arus Balik pada 21 hingga 22 Mei 2021

Wiku menekankan bahwa mandatory cek tetap berlaku bagi pelaku perjalanan yang memanfaatkan moda transportasi udara, kereta api, maupun laut dan penyeberangan. Termasuk random testing bagi perjalanan rutin moda transportasi laut dan darat di daerah lainnya di seluruh Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini