1,5 Juta Orang Mudik, Jokowi: Kita Harus Waspada Ada Potensi Kasus Baru Covid-19

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 18 Mei 2021 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 337 2411914 1-5-juta-orang-mudik-jokowi-kita-harus-waspada-ada-potensi-kasus-baru-covid-19-gBl7TQNWs0.jpg Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyrakat untuk mewaspadai adanya lonjakan kasus Covid-19 dari klaster libur lebaran yang diakibatkan warga yang masih pulang kampung.

Dia memperkirakan sebanyak 1,5 juta masih nekat untuk pulang ke kampung halamannya meskipun adanya larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

“Pasca lebaran hati-hati. Betul-betul kita harus waspada karena berpotensi, ada potensi jumlah kasus baru covid. Meskipun kita telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik,” katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).

Dia mengatakan bahwa adanya larangan mudik membuat masyarakat yang ingin pulang kampung mengalami penurunan. Namun, masih terdapat 1,5 juta masyarakat yang mudik. Dia berharap kasus Covid-19 tidak melonjak tinggi seperti tahun lalu.

Baca juga: Jokowi Bawa Kabar Gembira! Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi Akhir 2022

“Oleh sebab itu, kita berharap meskipun saya melihat kemarin di tempat wisata juga rame. Mudik tadi saya sampaikan 1,5 juta. Kita berharap kasus aktifnya, kita tidak ingin sebesar pada tahun-tahun lalu,” ujarnya.

Kepala Negara mengatakan bahwa saat ini sudah terjadi penurunan dibanding puncak kasus aktif di awal Februari lalu. Di mana pada 5 Februari kasus aktif ada 176.000. Sementara saat ini kasus aktif itu sudah turun menjadi 90.800.

“Turun 48%. Penurunannya sekali lagi 48%. Ini yang harus terus kita tekan agar semakin turun, semakin turun, semakin turun. Kita harus memiliki ketahanan, memiliki endurance karena tidak mungkin selesai dalam waktu sebulan, dua bulan,” paparnya.

Baca juga: Jokowi: Beli Vaksin Bukan Barang Mudah, Rebutan 215 Negara

Selain pascalebaran, Jokowi juga mengingatkan untuk berhati-hati gelombang penularan covid-19. Hal ini mengingat negara-negara tetangga sudah juga mulai melonjak drastis.

“Malaysia sudah lockdown sampai Juni. Singapura juga sudah lockdown sejak Mei dan semakin ketat pada minggu-minggu kemarin. Kita harus melihat tetangga-tetangga kita,” pungkasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini