3 Sespri Edhy Prabowo Akui Terima "Uang Kaget" Rp5 Juta

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 18 Mei 2021 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 337 2411855 3-sespri-edhy-prabowo-akui-terima-uang-kaget-rp5-juta-CxIKBUWC7x.jpg Sidang lanjutan suap ekspor benur di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/5/2021). (Foto : Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Tiga mantan Sekretaris Pribadi (Sespri) Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yaitu, Anggia Tesalonika Kloer, Putri Elok Sukarni, dan Fidya Yusri, dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengurusan izin ekspor benih bening (benur) lobster, pada hari ini, Selasa (18/5/2021).

Dalam persidangan, ketiga saksi tersebut mengakui sempat menerima uang Rp5 juta dari Stafsus Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi, yang juga terdakwa dalam perkara ini. Namun, para saksi mengaku tidak tahu-menahu ihwal sumber uang dari Andreau Misanta Pribadi tersebut.

Hal itu terungkap setelah tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rony Yusuf mengonfirmasi saksi Putri Elok ihwal aliran uang dari Andreau Misanta Pribadi.

"Saksi pernah menerima uang dari Andreau?" tanya Jaksa Rony kepada Putri Elok di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (18/5/2021).

Menurut Elok, peristiwa itu terjadi sekira Agustus 2020. Saat itu, Elok mengaku diberitahu Fidya bahwa Andreau memanggil dirinya. Elok kemudian mendatangi ruangan Andreau. Tak lama, Andreau secara tiba-tiba memberikan uang Rp5 juta.

"Saya tanya ini uang apa, kata Pak Andreu, 'Sudah.' Awalnya saya menolak, kata Pak Andreu ya sudah ambil saja, ini buat adik-adik," ungkap Elok kepada Jaksa.

Usai pemberian uang itu, Elok mengaku diminta Andreau untuk memanggil Anggia. Dalam kesempatan yang sama, Anggia juga mengamini adanya pemberian uang Rp5 juta dari Andreau.

"Benar. Saya datang ke situ karena arahan Mba Elok, saya menanyakan (ke Andreau) 'iya bang ada apa'. Terima (uang) Rp5 juta," ungkap Anggia.

Baca Juga : Tiga Sespri Cantik Ini Bakal Bersaksi di Sidang Suap Edhy Prabowo

Fidya juga mengamini hal yang sama. Hanya saja, Fidya mengaku menerima uang Rp5 juta dari Andreau melalui Anggia. "Anggia tiba-tiba kasih titipan kepada saya, ternyata dari Bang Andreau, sama nilainya Rp5 juta. Enggak lama dari situ saya akhirnya ucapkan terima kasih kepada Bang Andreu," bebernya.

Dalam perkara ini, Edhy Prabowo didakwa menerima suap dengan nilai total sekira Rp25,7 miliar dari para eksportir benih bening (benur) lobster. Suap itu diduga untuk mempercepat proses persetujuan pemberian izin budidaya lobster dan izin ekspor benih bening lobster kepada para eksportir.

Edhy Prabowo diduga menerima suap sejumlah 77.000 dolar AS atau setara Rp1,1 miliar dari Pemilik PT Duta Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito. Uang suap Rp1,1 miliar dari Suharjito itu diterima Edhy melalui Sekretaris Pribadinya, Amiril Mukminin dan Staf Khususnya, Safri.

Kemudian, Edhy juga diduga menerima uang sejumlah Rp24,6 miliar dari Suharjito dan eksportir lainnya. Uang itu diterima melalui berbagai perantaraan yakni, Sekretaris Pribadi Edhy, Amiril Mukminin; Staf Pribadi Iis Rosita Dewi, Ainul Faqih; Stafsus Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi; serta Pemilik PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadhi Pranoto Loe.

Sehingga, nilai total keseluruhan uang dugaan suap yang diterima Edhy Prabowo dari sejumlah eksportir melalui berbagai perantaraan berkisar Rp25,7 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini