Waspada Gelombang Covid-19 Usai Liburan, Ini Antisipasi Pemerintah

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 18 Mei 2021 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 337 2411664 waspada-gelombang-covid-19-usai-liburan-ini-antisipasi-pemerintah-6RLwZ8Jeox.jpg Foto:Ist

JAKARTA- Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah sebagai antisipasi potensi lonjakan kasus dan mutasi Covid-19 yang ditemukan di daerah usai libur lebaran.

(Baca juga: ISIS Tak Bela Palestina, Hidayat Nur Wahid: Terkutuklah Teroris Penyerang Umat!)

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (BGS), mengatakan momen libur panjang seperti libur lebaran saat ini bisa berpotensi terjadi lonjakan kasus Covid-19 sebanyak 30 hingga 80%.

Sementara hingga saat ini, secara tempat tidur untuk isolasi Covid-19 ada 70 ribu dengan keterisian mencapai 20 ribu. “Jadi masih ada buffer cadangan sebanyak 50 ribu atau 250 persen dari keterisian tempat tidur isolasi,” ungkap BGS, Selasa (18/5/2021).

(Baca juga: Breaking News! Lokasi Anjungan, Haluan dan Buritan KRI Nanggala 402 Ditemukan)

Sementara untuk ICU, BGS menyebut, Indonesia memiliki 7.500 tempat tidur ICU untuk pasien Covid-19. Hingga kemarin, yang sudah terisi sebanyak 2.500 kamar.

“Mudah-mudahan pasca Lebaran libur panjang kenaikannya tidak akan setinggi itu sehingga cadangan untuk tempat tidur baik isolasi maupun ICU tidak usah sampai penuh,” katanya.

Dia juga memastikan, obat-obatan juga dilengkapi dan stok-stok obat-obatan di rumah sakit diisi. Demikian juga tenaga-tenaga kesehatan sudah dipersiapkan.

Sementara soal temuan dua mutasi baru virus Corona ditemukan di Jawa Timur, BGS meminta semua pihak terkait di tingkat daerah hingga pusat untuk memastikan peningkatan pelacakan terhadap pasien positif Covid-19. Dua mutasi virus tersebut teridentifikasi berasal dari Afrika Selatan dan yang lainnya dari London yang dibawa pekerjaan migran Indonesia yang datang dari Malaysia.

“Tingkat penularan dari dua mutasi virus ini lebih cepat jika dibandingkan dengan sebelumnya,” katanya.

Dia meminta masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) serta mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro).

BGS juga meminta jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan upaya 3T (tracing, testing, dan treatment). Berdasarkan panduan dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, rasio tes minimal adalah satu per seribu orang per minggu untuk setiap unit terkecil, sehingga untuk Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 270 juta jiwa harus dilakukan sekitar 40 ribu tes Covid-19 dalam satu hari.

“Protokol kesehatan dan protokol PPKM Mikro harus terus dijalankan, terutama terkait penggunaan masker. Tracing-nya 15 kontak erat dalam waktu 72 jam, dan testing nya juga kalau bisa dilakukan sebanyak-banyaknya, tidak usah takut kelihatan banyak, itu lebih baik karena kita bisa mendeteksi adanya pergerakan mutasi baru,” tutup BGS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini