Evakuasi Jasad Awak KRI Nanggala 402 Terkendala Timbunan Lumpur

Riezky Maulana, iNews · Selasa 18 Mei 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 337 2411632 evakuasi-jasad-awak-kri-nanggala-402-terkendala-timbunan-lumpur-ncJbYTJeRe.jpeg Foto:Ist

JAKARTA – Jasad 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang gugur hingga saat ini belum bisa ditemukan dan dievakuasi.

(Baca juga: Breaking News! Lokasi Anjungan, Haluan dan Buritan KRI Nanggala 402 Ditemukan)

"Mungkin posisinya, ada di kawah tersebut yang berdiameter 38 meter, dengan kedalaman kurang lebih 10 sampai 15 meter. Itupun masih belum bisa masuk ke dalamnya karena memang situasinya sulit untuk bisa ke sana," ujar Pangkoarmada II TNI AL Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, Selasa (18/5/2021).

Lebih jauh dikatakan Iwan, di bagian bawah tersebut bukanlah batu, melainkan lumpur sehingga ada kemungkin badan tekan tertimbun lumpur. Menurut dia, untuk menemukan para awak, pihaknya juga sudah dikerahkan pemancar sonar, namun hasilnya masih nihil.

(Baca juga: Beratnya Seleksi Awak KRI Nanggala 402, Bertahan Hidup di Hutan hingga Disiksa di Kamp Tahanan)

"Kita pun belum mengetahui sampai sekarang. Ini adalah lumpur, ada tonjolan, bisa mungkin mereka tertimbun lumpur. Tapi menggunakan sonar beam pun belum bisa men-detect, apakah personelnya di sana, dengan tidak ada temuan personel pengawak," ucapnya.

Dia melanjutkan, batas tenggat waktu dari proses evakuasi KRI Nanggala-402 adalah 26 Mei 2021. Hal itu pun sesuai dengan rapat yang dilakukan jajaran Koarmada II dengan Angkatan Laut Tiongkok pada Senin (17/5/2021) malam.

"Mungkin (evakuasi) akan sampai dengan akhir bulan Mei ini, tanggal 26 Mei ini. Tapi dengan konsideran yang ada akhir Mei ini. Setelah itu kita akan berkomunikasi secara intensif bagaimana jalan keluarnya," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Kapal Selam KRI Nanggala-402 dilaporkan hilang kontak saat sedang melakukan operasi penggenangan peluncur torpedo di perairan utara Bali Rabu pagi sekitar pukul 04.25 WITA. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan kapal selam tersebut tenggelam di kedalaman 838 Meter, dan 53 awaknya gugur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini