AL China 13 Kali Menyelam Bantu Evakuasi KRI Nanggala 402, Ini Hasilnya

Riezky Maulana, iNews · Selasa 18 Mei 2021 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 337 2411552 al-china-13-kali-menyelam-bantu-evakuasi-kri-nanggala-402-ini-hasilnya-08oNdMbLED.jpg Chen Yongjing. (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA – Angkatan Laut Tiongkok (China) menerjunkan tiga kapalnya dalam upaya membantu proses evakuasi Kapal Selam KRI Nanggala 402. Antara lain PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo 195, PRC Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao 863, serta kapal Penelitian Tan Suo 2 akademi ilmu pengetahuan Tiongkok.

Atase Pertahanan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia Kolonel Senior Chen Yongjing mengungkapkan, pihak Angkatan Laut Tiongkok telah melaksankan sebanyak 13 pencarian bawah laut dalam proses evakuasi.

Baca juga: Monumen untuk Mengenang Patriot KRI Nanggala 402 Diusulkan Dibangun

"Sampai hari ini alat penyelam sudah melakukan 13 kali operasi di bawah laut secara mendasar, sudah mengetahui reruntuhan kapal laut di bawah ini, mengumpulkan banyak gambar dan video, serta sukses mengangkat bagian-bagian yang ringan," ucapnya saat konferensi pers virtual, Selasa (18/5/2021).

Dia menjelaskan, segala bentuk hasil, baik itu gambar, video, hingga barang yang berhasil diangkat telah diserahkan kepada pihak TNI AL. Kemudian, pihaknya dan TNI AL telah melaksanakan rapat koordinasi sebanyak empat kali.

"Kapal-kapal kami bekerja sama erat dengan TNI AL selama menjalani tugas salvage ini, dan kedua pihak sudah menyelenggarakan empat kali rapat koordinasi, menjaga komunikasi erat mengenai progress salvage ini," tuturnya.

Baca juga: KRI Nanggala 402 Tenggelam, Panglima TNI: Kehilangan bagi Kita Semua

Chen mengatakan, terkini, evakuasi KRI Nanggala 402 telah ditingkatkan dari yang tadinya proses observasi menjadi pengangkatan. Menurut dia, pihak militer Tiongkok akan terus berupaya melaksanakan yang terbaik, meskipun pengangkatan benda di bawah air yang dalam teramat sulit.

"Saat ini tugas kapal kami sudah beralih dari tahap observasi ke tahap pengangkatan. Sebagaimana diketahui, bahwa pengangkatan di bawah laut yang sangat dalam adalah masalah yang rumit di seluruh dunia, kami akan berupaya penuh melaksankaan pengangkatan di bawah laut," ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini