Kisah Gus Miek Dakwah di Diskotek & Ditemani Harimau Saat Masih Bayi

Doddy Handoko , Okezone · Senin 17 Mei 2021 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 337 2411353 kisah-gus-miek-dakwah-di-diskotek-ditemani-harimau-saat-masih-bayi-s9iFkQqDM7.jpg KH Hamim Tohari Djazuli alias Gus Miek (Foto: NU Online)

JAKARTA - KH Hamim Tohari Djazuli atau akrab dengan panggilan Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940. Dia merupakan putra KH Jazuli Utsman yang merupakan seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri Ponpes Al Falah Mojo, Kediri.

Gus Miek dikenal sebagai seorang hafizh atau penghapal Alquran. Tanda-tanda Gus Miek akan menjadi seorang ulama besar dikisahkan dalam buku Perjalanan dan Ajaran Gus Miek.

Diceritakan, suatu hari, Gus Miek dengan diikuti Gus Farid anak KH Ahamad Siddiq yang sering menemani jalan Gus Miek, masuk ke sebuah tempat hiburan malam. Di tempat itu orang-orang suka dugem dan mengkonsumsi minum-minuman keras.

Gus Farid coba menutupi identitas Gus Miek agar tidak dilihat dan dikenali pengunjung.

"Gus, apakah sampeyan jamaahnya kurang banyak? Apakah Sampeyan kurang kaya? Kok masuk tempat seperti ini (diskotek)?," tanya Gus Farid.

"Biar nama saya cemar di mata manusia, tetapi tenar di mata Allah. Apalah arti sebuah nama. Paling mentok, nama Gus Miek hancur di mata ummat. Semua orang yang di tempat ini, di diskotik ini juga menginginkan surga, bukan hanya Kaum Santri dan bersarung saja yang menginginkan surga," jawab Gus Miek.

"Tetapi, siapa yang berani masuk ketempat seperti ini? Kiai mana yang mau masuk ketempat-tempat seperti ini?," lanjut dia.

Baca juga: Karomah Kiai Musyafa Kaliwungu, Air Satu Ceret Beda Rasa dan Uang yang Tak Pernah Berkurang

Kisah lainnya, ketika Gus Miek baru bisa merangkak, saat itu ibunya membawa ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar. Bayi itu ditinggalkan sendirian di sisi kebun, tiba-tiba dari semak belukar muncul seekor harumau.

Spontan sang ibu berlari menjauh dan lupa bahwa bayinya tertinggal. Begitu sadar, sang ibu kemudian berlari mencari anaknya. Tetapi, sesuatu yang luar biasa terjadi.

Kala itu, ibu Gus Miek melihat harimau itu duduk terpaku di depan sang bayi sambil menjilati kuku-kukunya seolah menjaga sang bayi.

Gus Miek selain dikenal sebagai seorang ulama besar juga dikenal sebagai orang yang nyeleneh, lebih menyukai dakwah di tempat maksiat seperti diskotik, atau klub malam.

Hampir tiap malam menyusuri jalan-jalan di Jawa Timur keluar masuk klub malam.

Ia juga sering juga ngobrol dengan tukang becak, penjual kopi di pinggiran jalan untuk memberi pencerahan. Ajaran-ajarannya dikenal dengan nama Suluk Jalan Terabas atau dalam bahasa Indonesia berarti pemikiran jalan pintas.

Gus Farid pernah mengajukan pertanyaan kepada Gus Miek. Bagaimana perasaan Gus Miek tentang seorang wanita. “Aku setiap kali bertemu wanita walaupun secantik apapun dia dalam pandangan mataku yang terlihat hanya darah dan tulang saja jadi jalan untuk syahwat tidak ada,” jawab Gus Miek.

Jika sedang jalan-jalan atau keluar, Gus Miek sering kali mengenakan celana jeans dan kaos oblong. Tidak lupa, mengenakan kaca mata hitam lantaran lantaran beliau sering menangis jika melihat seseorang yang “masa depannya” suram dan tak beruntung di akhirat kelak.

”Apabila aku bertemu orang di jalan atau tamu, aku diberi pengetahuaan tentang perjalanan hidupnya sampai mati. Apabila aku bertemu dengan seseorang yang nasibnya buruk maka aku menangis, maka aku memakai kaca mata hitam agar orang tidak tahu bahwa aku sedang menangis,“ kata Gus Miek ketika ditanya jamaahnya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, MPR: Indonesia Beruntung Punya Ulama

Pernah diceritakan Suatu ketika Gus Miek pergi ke diskotek dan di sana bertemu dengan Pengunjung yang sedang asyik menenggak minuman keras. Lalu, Gus Miek menghampiri mereka dan mengambil sebotol minuman keras memasukkannya ke mulut Gus Miek.

Ketika mereka mengenali Gus Miek dan bertanya kepada Gus Miek.

”Gus kenapa sampeyan ikut Minum bersama kami? Sampeyankan tahu ini minuman keras yang diharamkan oleh Agama?,” kata mereka.

Gus Miek Menjawab, “Aku tidak meminumnya! Aku hanya membuang minuman itu ke laut!”. Hal ini membuat mereka bertanya-tanya, padahal sudah jelas tadi Gus Miek meminum minuman keras tersebut.

Diliputi rasa keanehan, Gus Miek bicara “Sampeyan semua gak percaya kalo aku tidak meminumnya, tapi membuangnya kelaut?”

Gus Miek membuka lebar mulutnya. Mereka semua terperanjat kaget di dalam Mulut Gus miek terlihat laut yang bergelombang. Ternyata minuman keras itu memang benar dibuang ke laut.

Mengalami kejadian itu, mereka bertaubat dan meninggalkan minum-minuman keras yang dilarang oleh agama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini