Sylviana Murni Sang Penggagas Biaya Operasional Sekolah

Doddy Handoko , Okezone · Senin 17 Mei 2021 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 337 2411338 sylviana-murni-sang-penggagas-biaya-operasional-sekolah-W5QcoyFPWK.jpg Sylviana Murni (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Sylviana Murni adalah satu-satunya kandidat wanita berhijab di Pilkada DKI 2017. Dia adalah alumnus dari SMP 44 Jakarta dan SMA 12 Jakarta. Kemudian melanjutkan studinya di S1 Fakultas Hukum di kampus Universitas Jayabaya, Jakarta.

Setelah lulus S1, ia lalu melanjutkan S2 di Manajemen Kependudukan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan meraih gelar doktor di Manajemen Pendidikan Fakultas Kependidikan Universitas Jakarta. Karirnya bermula dari meraih gelar None Jakarta di 1981.

Ia masuk menjadi PNS, sebagai staf penatar BP-7 DKI periode 1985-1987.Karirnya mulai meningkat di pemerintahan, ia kemudian beralih menjadi Staf Biro Pembinaan Mental DKI. Selain itu juga ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI untuk periode 2004-2008.

Suaminya, H .Gde Sardjana juga berkarir menjabat sebagai Wakil Ketua PMI DKI Jakarta untuk urusan bidang relawan dan bencana.

Karir Sylviana Murni terus menanjak, menjadi Wali Kota Jakarta Pusat periode 2008 hingga 2010. Ia dikenal sebagai Wali Wota wanita pertama di DKI Jakarta. Dia tercatat sebagai wali kota yang menerapkan sistem pertanian vertikal di beberapa kawasan Jakarta Pusat, seperti di Cempaka Putih dan Tanah Abang.

Baca juga: Sylviana Murni Positif Covid-19

"Produk pertanian seperti padi dan umbi-umbian mampu dihasilkan tanpa butuh lahan, tetapi menggunakan sistem horti vertikal,"katanya beberapa waktu lalu.

Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI. Dia berhasil mencatatkan prestasi berupa sekolah gratis. Dia yang menggagas ide program Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP).

Di tengah kesibukannya, ia menyisihkan waktu untuk mengerjakan tesis hingga disertasi. "Alhamdulilah, saya mampu meraih gelar profesor di usia muda dengan jumlah kum mencapai 1257, "ucapnya.

Sejumlah karya ilmiah mampu dia hasilkan, mulai buku hingga artikel jurnal. Tidak hanya itu, hingga sekarang Sylviana memiliki jadwal mengajar di beberapa universitas di Jakarta seperti Universitas Borobudur, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Hamka, dan Universitas Assyafiiyah.

Sylviana dikenal sebagai sosok yang tegas, lugas dan disiplin. Karakter itu tertanam dalam dirinya sejak kecil. "Ayah saya seorang militer membentuk saya menjadi wanita tangguh "ucapnya.

Baca juga: 7 Artis Jebolan Abang None Jakarta, Mulai dari Maudy Koesnaedi hingga Indra Bekti

Tidak hanya itu, Sylviana juga dikenal sebagai wanita yang religius. Nilai-nilai religi dia dapat dari tempaan sang ibunda. Dia memiliki jadwal khusus setiap bulan menggelar pengajian di rumahnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini