Pemudik yang Tak Punya Dokumen Negatif Covid-19 Bakal Dites Swab

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 17 Mei 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 337 2411324 pemudik-yang-tak-punya-dokumen-negatif-covid-19-bakal-dites-swab-RDgc3TjMTf.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Alexander K. Ginting menegaskan bagi pemudik yang kembali pada arus balik libur Lebaran Idul Fitri tahun ini harus mempunyai dokumen lengkap bebas Covid-19.

Alex mengatakan jika masyarakat yang tidak bisa menunjukkan dokumen lengkap di titik-titik penyekatan, maka akan dilakukan pemeriksaan dan testing dan tes swab.

“Yang penting adalah semua mereka yang tidak punya dokumen lengkap, mereka akan dilakukan pemeriksaan, harus dilakukan testing. Mereka yang positif ataupun mereka yang kotak erat juga akan dipisahkan,” ungkap Alex saat dikonfirmasi, Senin (17/5/2021).

Alex pun menegaskan jika saat di testing di titik penyekatan ternyata reaktif Covid-19, maka harus diisolasi. Untuk pemudik yang akan masuk Jakarta, Bogor Depok, Tangerang, dan Bekasi terdeteksi reaktif Covid-19 maka akan langsung dibawa ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

“Jika di penyekatan reaktif, maka konfirmasi dengan PCR dan digiring ke tempat isolasi terpusat, atau ke Wisma Atlet,” tegasnya.

Alex juga menegaskan para pemudik yang kembali saat arus balik ini juga harus melakukan karantina. “Mereka di karantina 5x24 jam di RT masing masing oleh Posko PPKM skala mikro Kelurahan/Desa masing-masing. Contact tracer akan mentesting dan memeriksa,” tuturnya.

Baca Juga : Penanganan Pasca-Mudik Lebaran, Anies Dapat 2 Instruksi dari Jokowi

Sementara, Alex menegaskan bahwa dengan pengetesan Covid-19 di titik penyekatan arus balik jika tidak bisa memperlihatkan dokumen negatif Covid-19, kemudian jika reaktif harus melakukan isolasi, dan juga meski negatif Covid-19 harus dikarantina di RT masing-masing selama 5X24 jam merupakan sanksi yang harus diterima oleh para pemudik.

“Ya di tes, jika positif di giring ke isolasi, jika negatif di karantina di RT masing masing selama 5x24 jam. Ya ini sanksi nya,” tegas Alex.

Alex mengatakan bahwa ini merupakan strategi mikro lockdown. Dimana di RT/RW harus ditingkatkan kapasitasnya, kemampuannya di dalam mengendalikan pandemi di bawah posko Desa ataupun posko Kelurahan. Dan RT/RW ini harus bisa mengendalikan mereka yang kembali pada saat arus balik kali ini. “Strategi mikro lockdown namanya,” paparnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini