Dukung Pernyataan Jokowi soal TWK, Ketua WP KPK : Alhamdulillah, Terima Kasih Pak Presiden

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 17 Mei 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 337 2411243 dukung-pernyataan-jokowi-soal-twk-ketua-wp-kpk-alhamdulillah-terima-kasih-pak-presiden-dxZFI2meJt.jpg KPK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar tes wawasan kebangsaan (TWK) tidak dijadikan sebagai satu-satunya dasar kelulusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Seperti diketahui, sebanyak 75 pegawai dinyatakan tidak lolos TWK. Atas dasar itu, Ketua KPK Firli Bahuri pun membebastugaskan ke 75 pegawai tersebut.

Baca Juga:  Jokowi Minta TWK Tak Jadi Dasar Pemberhentian 75 Pegawai, Ini Respons Pimpinan KPK

Menanggapi itu, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap berterima kasih kepada Presiden Jokowi atas pernyataannya tersebut.

"Alhamdulillah, terima kasih Pak Presiden Jokowi menjaga semangat pemberantasan korupsi dan tidak membiarkan KPK diperlemah," ujar Yudi kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Para pegawai yang tidak lolos TWK itu pun, kata Yudi, mendukung penuh pernyataan Presiden Jokowi agar Pimpinan KPK untuk tidak memecat mereka semua "Kami mendukung penuh perintah Bapak terkait alih status pegawai KPK," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi akhirnya buka suara terkait dengan nasib pegawai Komisi Pemberantassan Korupsi (KPK) yang tidak lolos TWK dalam proses pengalihan status menjadi ASN.

“Hasil tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai KPK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK. Baik terhadap individu-individu maupun institusi KPK. Tidak serta merta dijadikan dasar untuk memberhentinkan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes,” katanya dalam konferensi persnya, Senin (17/5/2021),

Baca Juga:  Soal 75 Pegawai KPK, Jokowi Minta Pimpinan KPK, Menpan-RB dan Kepala BKN Rancang Solusi

Jokowi menilai jika dianggap ada kekurangan maka perlu diberikan peluang untuk melakukan perbaikan. Salah satunya melalui pendidikan kedinasan tentang wawasan kebangsaan.

Jokowi menegaskan KPK harus memiliki SDM terbaik dan berkomitmen tinggi dalam upaya pemberantasan korupsi. “Oleh karena itu, pengalihan status pegawai KPK menjadi ASN harus menjadi bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang lebih sistematis,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini