Epidemiolog : Pandemi Covid-19 di Indonesia dalam Kondisi Community Transmission, Infeksi Sulit Terdeteksi

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 17 Mei 2021 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 337 2411080 epidemiolog-pandemi-covid-19-di-indonesia-dalam-kondisi-community-transmission-infeksi-sulit-terdeteksi-ufTvEoVcR8.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebut, pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia saat ini sudah berada dalam kondisi community transmission atau transmisi penularan tingkat komunitas.

“Kita harus pahami bahwa Indonesia ini sudah dalam kondisi community transmission ya levelnya, itu yang gradasi yang keluarkan WHO itu sudah satu tahun ya,” ungkap Dicky dalam keterangannya, Senin (17/5/2021).

Dicky menyatakan, community transmission yang saat ini melanda Indonesia secara sederhana, sebagian besar kasus infeksi Covid-19 tidak terdeteksi. “Artinya itu secara sederhana kita enggak bisa mendeteksi sebagian besar kasus infeksi, termasuk tidak bisa mendeteksi juga sebagian besar sumber infeksi. Jadi udah di mana-mana ini infeksi ini,” katanya.

Apalagi, kata Dicky, Indonesia masih ada pekerjaan rumah (PR) untuk menemukan dan menyelesaikan kasus Covid-19 sebelumnya. Di antaranya kasus Covid-19 dari klaster Pilkada, akibat libur panjang sebelumnya, ditambah dari mudik Lebaran tahun ini.

Baca Juga : Kerumunan saat Libur Lebaran, Epidemiolog Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Sama seperti India

“Sehingga ketika orang ini mudik ya, dan untuk diketahui juga ini bukan hanya masalah mudik, tapi ini sudah terakumulasi. Ada akibat-akibat sebelumnya yang PR tadi, yang sebagian besar belum terselesaikan, ada akibat Pilkada, ada akibat libur-libur panjang sebelumnya, nah ini sudah semakin terakumulasi dengan pada mudik tahun ini,” kata Dicky.

Ia juga menyebutkan jika kecenderungan masyarakat Indonesia saat ini semakin abai terhadap Covid-19. Hal ini pun terlihat dari positivity rate Covid-19 di Indonesia semakin naik.

“Kecenderungan masyarakat semakin abai ya, karena sudah masuk tahun kedua pandeminya belum terkendali. Itu terlihat dari positivity rate kita yang memang di atas 10%,” ucap Dicky.

Baca Juga : Puluhan Warga Positif Covid-19, Satu RT di Solo Lockdown

Dicky menegaskan, secara sains mobilitas tinggi akan rawan terjadi lonjakan kasus Covid-19. “Nah artinya tidak bisa dibantah secara sains sebetulnya orang dengan bermobilitas tinggi, orang berinteraksi tinggi dalam kondisi sangat rawan seperti ini, dengan saya sampaikan tadi level community transmission dan positivity rate selalu di atas 10% ya dia berpotensi membawa virus dan juga memaparkan virus itu,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini