Berita TNI-Polri Tembak Mati 3 Perempuan di Puncak Papua, Kapen Kogabwilhan III: Itu Fitnah, Hoaks

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 17 Mei 2021 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 337 2410945 berita-tni-polri-tembak-mati-3-perempuan-di-puncak-papua-kapen-kogabwilhan-iii-itu-fitnah-hoaks-aO3OyK779V.jpg Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Beredar berita pasukan TNI-Polri menembak mati tiga perempuan muda di Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua, saat sedang mengejar teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suristiawa menegaskan, informasi tersebut adalah berita bohong atau hoaks yang bertujuan untuk memfitnah TNI-Polri.

Informasi TNI-Polri menembak mati tiga orang perempuan muda di Distrik Ilaga Utara sebelumnya diberitakan oleh media online suarapapua.com.

"Tidak ada kejadian seperti yang diberitakan media suarapapua.com itu. Saya coba hubungi Pemrednya juga tidak direspon," ujar Suriastawa melalui keterangan pers tertulisnya, Minggu (16/5/2021).

Baca Juga: 3 Teroris KKB Pimpinan Lekagak Telenggen Menyerahkan Diri

Suriastawa menuturkan, beberapa waktu terakhir ini pasukan TNI-Polri semakin intensif melakukan operasi penegakkan hukum yang terukur terhadap KKB di Papua, pasca mereka dinyatakan sebagai teroris.

Gencarnya operasi TNI-Polri itu, kata dia, membuat kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) ini terdesak, sehingga memancing pendukungnya untuk menebar fitnah dan hoaks.

Suriastawa menyebut kelompok teroris OPM ini didukung oleh front politik dan klandestin. Mereka juga disokong oleh kekuatan media dan netizen yang aktif menyebarkan informasi menyudutkan pemerintah.

"Kalau teroris OPM membakar sekolah, membunuh guru dan menebar teror lain, pendukung mereka ini tidak komentar apapun," ucap Suriastawa.

Suriastawa juga tak heran ketika informasi yang diberitakan media suarapapua.com diteruskan lagi oleh akun Twitter milik aktivis Veronica Koman. Menurut dia, media tersebut memang berjejaring dengan Vero.

"Itu memang link mereka, setidaknya ada dua media online yang pemrednya sangat intens hubungan dengan si Koman itu. Setiap propaganda yang dimuat media pendukung kelompok teroris OPM ini, selalu jadi bahan twitnya," ujar Suriastawa.

"Berita hoaks terakhir sengaja disebar oleh pendukung teroris OPM ini untuk memfitnah tindakan tim gabungan TNI-Polri sambil menarik perhatian publik. Demikian juga dengan fitnah hancurnya gereja Kingmi yang tujuannya memprovokasi jemaat gereja baik lokal, nasional dan internasional," tambah dia.

Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudussy juga menegaskan bahwa berita tersebut adalah berita bohong atau hoaks.

“Saat ini saya berada di Ilaga bersama Dandim dan Kapolres dan berita yang dimuat media suarapapua itu adalah berita bohong,” kata Iqbal melalui sambungan telepon.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berita yang disuarakan oleh media yang selama ini selalu mendukung kelompok teroris KKB, karena penegakan hukum kepada kelompok teroris dilakukan secara tegas dan terukur.

Sebagaimana diketahui, suarapapua.com memberitakan pada Sabtu 15 Mei 2021 pihak militer Indonesia dengan menggunakan helikopter menembaki gereja Kingmi Kabuki, yang menyebabkan gereja tersebut hancur dan tiga perempuan muda tewas tertembak. Berita inilah yang kemudian dibantah oleh juru bicara TNI-Polri.

Beberapa waktu terakhir, pasukan TNI-Polri melakukan aksi terukur untuk menumpas KKB. Operasi tersebut telah membuahkan hasil, di antaranya dengan ditangkapnya provokator kerusuhan pendukung teroris OPM, Victor Yeimo, dikuasainya markas teroris kelompok Lekagak Telenggen di Wuloni dan Tagalowa, Distrik Ilaga. Tak lama kemudian, beberapa anggota teroris OPM ditembak timah panas tim gabungan dan ada juga yang menyerahkan diri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini