Wanita Maki Petugas Tolak Diputar Balik di Pos Penyekatan Ciwandan Mengaku Didorong dan Dicaci

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 17 Mei 2021 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 337 2410942 wanita-maki-petugas-tolak-diputar-balik-di-pos-penyekatan-ciwandan-mengaku-didorong-dan-dicaci-6R8azoWMnb.jpg Wanita maki-maki petugas karena marah disuruh putar balik.(Foto:Istimewa)

JAKARTA - Viral sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita mengamuk lantaran tidak terima diminta putar balik oleh petugas di Pos Penyekatan Arus Mudik Ciwandan-Cilegon.

Saat ini, larangan menuju tempat wisata di Banten memang tengah diberlakukan demi mencegah penularan Covid-19.

Dalam video yang beredar itu, disebutkan bahwa perempuan tersebut diduga hendak memaksa masuk ke wisata Anyer. Ia juga nampak membentak petugas yang menjadi lawan bicaranya.

Belakangan ditemukan fakta berbeda dari narasi awal yang beredar. Perempuan yang terlibat cekcok dengan petugas bernama Uty Rahardja. Ia memberikan klarifikasi atas video viral yang melibatkan dirinya.

Baca Juga: Kakorlantas Sebut Penyekatan Turunkan 74% Pemudik ke Jawa

Uty menjelaskan, cekcok antara dirinya dan petugas bukan karena ia ingin memaksa masuk untuk berwisata. Diduga ia ingin masuk ke areal tersebut karena ada pihak keluarganya yang meninggal.

Namun di pos penyekatan, ia mengaku mendapatkan kalimat yang tidak mengenakan dari petugas. Uty juga mengaku sempat didorong oleh salah satu petugas hingga lengannya biru lebam.

"Itu enggak tahu, Uty engak tahu, LLAJ sama petugas kesehatan, Uty juga enggak tahu apa-apa kenapa bisa begitu. Kok Uty kaget seorang aparat kok ngomongnya kasar itu yang Uty sedihin. Uty jujur ni demi Allah, pas Uty sambil lewat mau muter balik Uty tu diteriakin anjing bangsat maaf ya bahasanya kayak gitu," kata Uty dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @manaberita dikutip pada Minggu (16/5/2021).

Pada unggahan yang lain, disebutkan bahwa salah satu lengan perempuan tersebut biru lebam karena diduga didorong oleh salah satu petugas. Kendati demikian, belum ada keterangan dari petugas terkait kebenaran informasi itu.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini