Dulu Penunggu WC, Sekarang Jadi Pengusaha Jual-Beli Pabrik

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 16 Mei 2021 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 16 337 2410890 dulu-penunggu-wc-sekarang-jadi-pengusaha-jual-beli-pabrik-Ty2icLuJXS.jpg Dulu penunggu WC, kini sukses jadi pengusaha jual-beli pabrik (Foto : Istimewa)

Komitmen mengantarnya menuju pintu kesuksesan. Nasib akhirnya membawanya ke tahun 2000, dimana di tahun itu ia nekat memborong sebuah pabrik.

“Bisnis itu kan soal kejujuran dan tanggungjawab. Selain itu penting juga kita meminta doa dari orangtua serta support dari teman-teman. Kemudian kita komitmen terhadap bisnis yang dijalankan. Dulu harga plastik perkilonya murah antara Rp150-300. Tapi karena komitmen tadi, saya bisa bertahan dan berhasil,” tutur Aroji memberi kiat.

Berawal di tahun 2000 itu, berkah terus melimpah. Tanpa memiliki uang, ia nekat memborong pabrik seharga Rp8 miliar. Sebuah harga yang fantastis!

“Saya kan memang memiliki kelebihan dalam hal taksir menaksir harga. Kalau orang matematik mungkin butuh waktu lama untuk menghitung harga, saya cuma lihat sebentar, saya langsung bisa tentukan harganya. Pabrik itu pailit dan dijual seharga Rp8 miliar. Saya lihat kondisi pabrik dan peralatan yang ada di dalamnya. Seketika saya mau membeli pabrik itu. Untuk pembayaran saya minta jangka waktu selama satu bulan,” kisahnya.

Tak butuh waktu hingga satu bulan untuk melunasi utangnya itu. Cukup satu minggu uang Rp8 miliar sudah ia dapatkan.

“Saya jual mesin-mesin pabrik itu. Banyak orang berdatangan ke pabrik untuk membeli mesin. Seminggu utang saya terbayar. Alhamdulillah ini sebuah anugerah,” ucapnya lagi.

Kesuksesannya itu akhirnya membuat nyalinya semakin besar. Memang butuh keberanian tingkat tinggi untuk menjajal bisnis ini. Kemudian ia banyak mencari pabrik-pabrik pailit untuk dibeli.

Pabrik kedua ia dapatkan di Karawang. Begitu selanjutnya hingga ia membukukan pernah membeli lebih dari 10 pabrik pailit dengan harga yang selangit.

“Yang tertinggi yang pernah saya beli seharga 20 M. Kasusnya hampir sama untuk pembayarannya ya dari penjualan alat-alat pabrik itu sendiri, karena saya tak punya banyak uang. Rata-rata pabrik yang saya beli itu bekas pabrik sepatu. Lokasinya sekitar Jabotabek, Bandung dan Cirebon,” ujarnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini