Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak Pasca-Lebaran, DPR: Harus Jadi Koreksi Bersama

Kiswondari, Sindonews · Minggu 16 Mei 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 16 337 2410806 kasus-covid-19-diprediksi-melonjak-pasca-lebaran-dpr-harus-jadi-koreksi-bersama-XOEalZO2Hg.jpg Ahmad Sahroni (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus Covid-19 berpotensi melonjak pasca-libur Lebaran 1442 H mengingat masih banyak yang nekat mudik. Prediksi Polri menyebutkan, akan ada ratusan ribu pemudik yang kembali ke Jakarta, yang puncaknya terjadi hari ini, Minggu (16/5/2021).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta kepada seluruh pihak untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di ibu kota, dan tidak saling menyalahkan.

"Apabila ternyata benar kasus melonjak, saya harap kita tidak saling menyalahkan. Karena semua pihak ada kontribusi kesalahan," kata Sahroni kepada wartawan, Minggu (16/5/2021).

Baca Juga:  Taman Margasatwa Ragunan Ditutup hingga Selasa 19 Mei

Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR ini melihat, pemerintah pusat maupun daerah kurang konsisten dalam membuat kebijakan pelarangan mudik. Di sisi lain, masyarakat juga tetap ngotot untuk melakukan mudik di tengah berbagai larangan yang diberlakukan untuk menghindari penyebaran pandemi Covid-19, meskipun polisi sudah menegakkan aturan dengan sangat ketat. Sehingga, ini perlu menjadi bahan koreksi bersama.

"Pemerintah baik pusat atau daerah banyak mengeluarkan aturan yang tidak konsisten," ungkapnya.

"Polisi juga sudah maksimal melakukan berbagai upaya seperti penyekatan, pemeriksaan, tes acak, namun memang pada akhirnya tidak bisa membendung lonjakan warga yang ingin mudik. Jadi ini harus jadi koreksi bagi kita semua," sambung Sahroni.

Baca Juga:  Heboh Pantai Carita Dipadati Wisatawan, Instruksi Wahidin Diabaikan?

Oleh karena itu, legislator Dapil DKI Jakarta ini meminta kepada pihak terkait agar bersiap mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 dan tidak saling menyalahkan.

"Jadi memang kalau ada lonjakan, kita jangan saling menyalahkan, kita tanggung saja bersama-sama," imbaunya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini