Airlangga: Balik ke Jakarta, Pemudik Bakal Dites Covid-19 di 21 Titik

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 15 Mei 2021 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 337 2410508 airlangga-balik-ke-jakarta-pemudik-bakal-dites-covid-19-di-21-titik-8uVQNTD4Jh.jpg Airlangga Hartarto. (Foto : Ist)

JAKARTA - Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca mudik Lebaran, pemerintah terus berusaha mengurangi laju penularan. Ini penting agar tidak membebani sistem kesehatan dan tetap menjaga upaya pemulihan ekonomi yang sudah dilakukan oleh pemerintah.

Sebelumnya, diperkirakan terdapat sekitar 7 persen atau sekitar 17 juta penduduk yang ingin mudik.

Namun, setelah dilakukan pengetatan dan penyekatan dalam Operasi Ketupat dan larangan mudik oleh pemerintah, diketahui masih terdapat sekitar 1,5 juta warga yang tetap memaksa untuk mudik.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah tetap mengambil langkah-langkah untuk mengurangi mobilitas masyarakat pasca mudik Lebaran.

Selain itu, terus dilakukan random test bagi masyarakat yang menuju Jakarta usai mudik, baik tes swab antigen atau tes PCR di 21 titik lokasi, terutama di sejumlah provinsi di Jawa dan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

“Kita harapkan dengan adanya pengetatan PPKM Mikro, bagi pemudik yang terdampak atau dites positif, harus dilakukan isolasi di daerah masing-masing,” kata Airlangga yang juga Menko Perekonomian.

Demikian pula saat akan kembali ke Jakarta. Di beberapa daerah sudah disediakan tempat untuk memonitor seperti di Bakauheni dan beberapa titik di Jawa. Bahkan, pemerintah sudah menyediakan tempat isolasi bagi mereka yang kedapatan positif saat kembali ke Jakarta. Ini penting dilakukan, karena jika melihat dari total kasus di Indonesia, sudah mengalami perbaikan yang signifikan.

Baca Juga : Doni Monardo Minta Pengelola Tempat Wisata Taati 50 Persen Kuota

Saat ini, kasus yang terkonfirmasi mencapai 2.633 kasus. Kasus aktif hanya sekitar 5,4 persen. Tingkat kesembuhan bahkan mencapai 91,8 persen, dan meninggal hanya sebesar 2,8 persen. Bed Occupancy Rate (BOR) secara nasional pada Mei ini hanya 29 persen. “Total dari tingkat kesembuhan di Indonesia lebih baik dari beberapa negara."

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini