Share

Kisah Cinta Adipati Lasem pada Putri Campa

Doddy Handoko , Okezone · Jum'at 14 Mei 2021 07:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 14 337 2410029 kisah-cinta-adipati-lasem-pada-putri-campa-ZwMsgJyXvG.jpeg Makam Putri Campa di Kecamatan Bonang, Demak. (Foto: Ahmad Antoni/Sindonews)

MAKAM Putri Campa terdapat di beberapa daerah seperti di Trowulan, Mojokerto dan Pesisir Utara Jawa, seperti di desa Bonang kecamatan Lasem kabupaten Rembang. 

"Makam putri Campa berada di atas bukit kompleks pasujudan Sunan Bonang," ujar Koh Lam, penggiat sejarah Lasem. 

Dikatakannya, dalam Carita Sejarah Lasem (CSL) diceritakan, pada tahun 1335 syaka seorang nahkoda atau Dhampoawang dari negara Champa yang bernama Bi Nang Un beserta rombongan mendaratkan kapal atau jung-jungnya di pelabuhan Regol, Lasem.

"Setahun sebelumnya Bi Nang Un sudah pernah mengunjungi Lasem bersama Dhampoawang Cheng Ho," ucapnya.

Melihat kesuburan tanah Lasem dan keramahan masyarakatnya serta sudah banyak orang-orang Campa yang tinggal di Lasem sebelumnya maka Bi Nang Un meminta izin kepada Cheng Ho untuk tidak ikut melanjutkan berlayar menjelajahi samudera.

Baca juga: Kisah Ki Ageng Selo Menangkap Petir

Istri Bi Nang Un bernama Na Li Ni, mempunyai dua anak, Bi Nang Na dan Bi Nang Ti. Bi Nang Na dewasa piawai mengarang gendhing dan kidung. Ia membuat gamelan gagrak champa dicampur gagrak majapahit setelah sempurna diberi nama gagrak Lasem, pathet Lasem, suluk Lasem, sampak Lasem. 

Sedangkan Putri Bi Nang Ti setelah dewasa piawai menari serta terampil membatik, menyulam, menenun dan membuat jamu. 

"Semua bakat yang dimilikinya diajarkan kepada anak-anak muda di Lasem, "ujarnya.

Dari gemulainya sang putri champa dalam menari serta kecantikan yang melekat pada parasnya sehingga menggemparkan masyarakat se-kadipaten Lasem .

Melihat kejelitaan Bi Nang Ti, membuat Pangeran Badranala putra Adipati Lasem yang tampan rupanya dan masih jejaka sontak kesengsem, tidak berdaya melihat alis perawan champa . 

Akhirnya Pangeran Badranala jatuh cinta. Setelah sang Putri Bi Nang Ti menjadi suami Pangeran Badranala namanya diganti menjadi Winarti Kumudawardani. Usia perkawinan genap satu tahun Pangeran Badranala diwisuda menjadi Adipati Lasem.

"Putri Bi Nang Ti meninggal tahun syaka 1389 umur 57 tahun dimakamkan diatas puthuk regol," ungkapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini