16 Provinsi Diprediksi Hujan Lebat hingga Sabtu, Waspada Banjir dan Longsor!

Rakhmatulloh, Sindonews · Jum'at 14 Mei 2021 05:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 14 337 2410017 16-provinsi-diprediksi-hujan-lebat-hingga-sabtu-waspada-banjir-dan-longsor-zWy0XVcFPq.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Warga di 16 provinsi diminta untuk waspada terhadap potensi banjir dan longsor yang dipicu oleh potensi hujan lebat. Peringatan ini dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyatakan, peringatan dini cuaca ini berlaku mulai hari ini, Jumat (14/5) pukul 07.00 WIB sampai dengan lusa atau Sabtu (15/5) di waktu yang sama.

Menurutnya, informasi itu berdasarkan analisis BMKG yang dikeluarkan pada Rabu 12 Mei 2021 lalu.

Baca juga: Petugas Kesulitan Evakuasi Korban Longsor Tambang Emas di Solok Selatan

"BMKG merilis potensi dampak hujan lebat untuk dampak banjir atau banjir bandag dapat terjadi di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara," tutur Raditya, Kamis (13/5/2021).

Pihaknya mengimbau Pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Untuk keperluan hal itu, masyarakat dapat mengakses informasi peringatan dini cuaca hingga tingkat kecamatan dengan aplikasi InfoBMKG. 

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Km, Hujan Abu Terjadi di Cepogo

Sementara itu, kata Raditya, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan banjir terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (13/5), pukul 06.00 waktu setempat. 

Dalam hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu menginformasikan hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan debit air sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Satui meluap ke pemukiman warga.   

Lokasi terdampak teridentifikasi di Desa Sinar Bulan, Kecamatan Satui. Sebanyak 18 KK atau 76 warga mengungsi akibat peristiwa ini. BPBD melaporkan rumah sebanyak 145 unit dan lahan sawah 55 hektar terendam.

Saat peristiwa terjadi tinggi muka air antara 100 hingga 150 cm. Di samping itu, BPBD menginformasikan saat ini warga yang mengungsi masih bertahan di SMP 4 Satui, sedangkan luapan air masih menggenangi pemukiman warga," ujar Raditya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini