Humor Gus Dur dari Borgol Uni Soviet hingga Lawan Lasio

Doddy Handoko , Okezone · Kamis 13 Mei 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 13 337 2409848 humor-gus-dur-dari-borgol-uni-soviet-hingga-lawan-lasio-vWbaUrxDhy.jpg Gus Dur (foto: ist)

JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal memiliki selera humor yang tinggi. Humor-humor Gus Dur Cerdas namun bisa membuat yang membaca tertawa terpingkal-pingkal. Berikut cuplikan humor atau anekdot Gus Dur yang diambil dari situs NU.online dan buku Kumpulan Humor Gus Dur.

Uni Soviet, sebelum pecah, dikenal sebagai “Tirai besi”, negara yang sangat tertutup. Pengontrolan terhadap individu luar biasa ketat. Semua orang harus tunduk dan patuh saja terhadap apapun yang ditentukan negara. Jangankan berontak, menyanyikan lagu Barat saja orang akan diinterogasi berhari-hari oleh polisi rahasia.

Baca juga:  Humor Gus Dur, Kiai yang Lupa Nama Yayasannya

Alkisah, tutur Gus Dur, dalam sebuah perjalanan bertemulah dua orang yang belum saling kenal dalam satu kereta, yang seorang berasal dari Polandia dan seorang lagi dari Moskow. Keduanya akhirnya saling berkenalan dan terlibat obrolan yang cukup serius.

Baca juga:  Kisah Menegangkan Prabowo saat Dipanggil Gus Dur di Istana Raja Yordania

Si orang Polandia bertanya kepada si Bung dari Moskow itu, “Hadiah apakah yang akan anda peroleh kalau anda memamerkan lambang serikat buruh di Moskow?”

“Tidak tahu, apa kira-kira hadiah yang akan kudapat,” jawab kawan yang dari Moskow itu.

Sang penanya kemudian menjawab sendiri teka-tekinya itu:”Anda akan memperoleh dua buah gelang dan satu rantai.”

“Gelang emas atau perak?” tanya kawan asal Moskow ini penasaran.

“Borgol!” jawab si orang Polandia kalem.

Selanjutnya, Dalam satu diskusi di kantor Yayasan Paramadina, Pondok Indah, Gus Dur tampil bersama pakar filsafat yang mendalami masalah Konghucu. Nama pakar itu Dr. Lasio, mengingatkan orang pada klub sepak bola ternama Italia, Lazio.

Sang pakar bicara lebih dulu, dan menguraikan pandangan-pandangannya di depan ratusan peserta yang meluber sampai ke luar ruang yang cukup sempit. Tiba giliran Gus Dur, dia memulai dengan komentar tentang pentingnya topik diskusi tersebut.

Tapi katanya,”Kok saya yang harus tampil melawan Lasio. Lha mestinya ‘kan lebih tepat kalau dia tanding melawan AC Milan…”

Dan sang pakar pun hanya tersenyum saja mendengar guyonan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini