Ketan Susu Resep Warisan Koki Istana Era Bung Karno

Doddy Handoko , Okezone · Kamis 13 Mei 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 13 337 2409846 ketan-susu-resep-warisan-koki-istana-era-bung-karno-4fucmLugmT.jpg Soekarno (foto: ist)

JAKARTA - Kuliner unik dimana pun, pasti dicari banyak orang. Di Jakarta, ternyata masih ada orang yang melestarikan resep kuliner tradisional berkonsep kedai. Namanya Kedai Tansu, yang konon resepnya adalah warisan sang nenek yang pernah menjadi koki istana di era Presiden Soekarno.

Kedai Ketan Susu ini dirintis oleh Iman Harahap pada tahun 2011 lalu. Awal mula Iman tertarik dengan bisnis ini adalah, karena ia ingin berbagi pengalaman soal kuliner, plus pelestarian resep keluarga.

 Baca juga: Kisah Ki Ageng Selo Menangkap Petir

Menurutnya, di setiap keluarga itu pasti masing-masing memiliki resep unggulannya tersendiri. Untuk eksistensi itulah, ia pun mendirikan kedai ini agar resep keluarganya tetap langgeng.

Diakui Iman, konsep kedainya itu tidak spesifik ketan susu saja. Nama ketan susu dipilih karena namanya yang unik dan mudah diingat masyarakat.

“Sebenarnya konsep kami adalah kedai kopi dan kuliner khas Nusantara. Ketan susu adalah salah satu menu unggulan kami. Ketan susu kami berbeda dengan yang lain, yaitu dengan menggunakan susu full cream cair yang dicampurkan pada ketan yang telah diolah dan diberi toping, seperti kacang mede, dan lainnya,” ucap Iman.

Baca juga:  Ritual Sebar Apem di Makam Pujangga R.Ng Yosodipuro

Selain ketan susu yang menjadi idola pelanggannya, di kedai ini juga dijual aneka ragam menu kuliner lainnya, seperti nasi buntil yakni nasi yang dicampur daun talas dan serutan kelapa. Ada juga nasi burih, salah satu menu yang diwariskan oleh keluarga Iman.

Nasi burih juga sempat menjadi menu andalan di Istana Negara pada zaman Bung Karno. Nasi Burih adalah nasi pepes dengan ati ampela, rempah-rempah dan telur ayam muda yang telah di rebus.

“Kopi kami juga berkualitas. Mimpi saya, kopi saya bisa bersaing dengan resto sekelas Kopitiam. Alhamdulillah, meski baru 3 tahun, kedai ini sudah banyak dikunjungi semua kalangan, dari mulai anak sekolah, pekerja kantoran, sampai artis ibu kota.” Kedai ini terletak di kawasan ramai Cilandak, Jakarta Selatan.

Menjadi kedai kopi berkelas adalah idealismenya sejak awal. Pasalnya, ia adalah seorang pecinta kuliner yang telah berkeliling dunia dan mencicipi berbagai rasa kuliner dunia.

“Dimana-mana orang heboh kopi dari luar, dan belum ada yang mengunggulkan produk lokal dengan mana lokal pula. Karena itu, saya ingin memasyarakatkan nama ‘Kedai Kopi’ yang lebih Indonesia. Semakin banyak kedai kopi yang buka, saya semakin senang. Saya tidak menganggapnya sebagai pesaing. Semakin banyak kedai, maka produk lokal kita semakin maju dan berkembang,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini