Menlu Retno: Sudah Terlalu Lama Hak Palestina Digerogoti Israel!

Riezky Maulana, iNews · Rabu 12 Mei 2021 20:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 337 2409653 menlu-retno-sudah-terlalu-lama-hak-palestina-digerogoti-israel-S0SMwDuPZL.jpg Menlu Retno Marsudi (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan sikap tegas pemerintah Indonesia, atas kekerasan dan teror yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza.

Menurut dia, Indonesia juga telah mendesak agar Dewan Keamanan PBB mengambil langkah konkret menyudahi hal tersebut.

"Indonesia terus mendesak agar Dewan Keamanan PBB dapat mengambil langkah nyata, menghentikan seluruh kekerasan dan menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi Palestina," tutur Retno dalam konferensi persnya, Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Via Telepon, Erdogan dan Putin Bicara Soal Konflik di Gaza

Dia menjelaskan, rakyat Palestina sudah terlalu lama kehilangan hak-hak seharusnya mereka miliki. Dia menegaskan, Indonesia akan terus bersama rakyat Palestina dalam perjuangan itu

"Sudah terlalu lama hak-hak bangsa dan rakyat Palestina di gerogoti oleh Israel. Indonesia akan terus bersama rakyat dan bangsa Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya," ujarnya.

 Baca juga:  Korban Tewas di Gaza Bertambah Jadi 48, Israel Akan Terus Lanjutkan Serangan

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Retno sudah menyampaikan pernyataan tegas mengenai isu Palestina pada Selasa 11 Mei kemarin. Ketika itu, sambungnya, Presiden menyebut tindakan Israel menyerang warga sipil Palestina tidaklah bisa dibiarkan.

"Bapak presiden juga mengatakan bahwa Indonesia mengutuk tindakan tersebut," ujarnya.

Menurutnya, Indonesia akan terus berupaya di semua lini untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat Palestina. Dia menjelaskan, salah satu caranya yakni melalui Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian yang ada di PBB.

Dia menjelaskan, komite tersebut sudah ada didirikan PBB sejak puluhan tahun lalu, tepatnya Tahun 1975. Di komite itu, Indonesia menjadi anggota yang memangku jabatan sebagai wakil ketua umum.

"Indonesia juga mengusulkan agar OKI dan GNB dapat segera melakukan pertemuan khusus untuk membahas masalah ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini