Kisah Pengusaha Cendol Lulusan SD, Bisa Naik Haji dan Punya Mobil

Doddy Handoko , Okezone · Rabu 12 Mei 2021 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 337 2409530 kisah-pengusaha-cendol-lulusan-sd-bisa-naik-haji-dan-punya-mobil-FU0VPHTy6r.PNG Nurul Huda saat bersama Hatta Radjasa (foto: ist)

JAKARTA - Cendol ini bukan sembarang cendol. Di eranya, cendol ini sempat menjadi fenomenal hingga berbuah manis kemitraan 500 outlet. Nurul Huda, pemiliknya, membangun bisnis ini dari nol dengan banting tulang.

Saking larisnya di pasaran, Cendol Gading buatan Nur akhirnya banyak dilirik orang.

“Banyak orang yang menanyakan ke saya, kalau mau jualan cendol seperti ini bagaimana. Lha, saya kan tidak mengerti tata caranya untuk bermitra. Saya tanya ke Pak Wahyu, dan ia yang mengajari saya, bahkan sampai cendol saya berhasil menembus bursa pameran di JCC, Senayan. Perlahan, saya akhirnya mengerti bagaimana cara bermitra. Saat itu, omset harian saya dari 4 tempat sudah 4 jutaan,” bebernya.

Baca juga:  Kapolri Minta Antisipasi Lonjakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Usai Lebaran

Saat ini, peras keringat Nurul Huda sudah terbayar lunas. Pasalnya, usaha cendol yang dirintisnya 20 tahun lalu sudah berbuah manis. Sejak dibuka program kemitraan, kini ia telah tercatat mewaralabakan 500 outlet di seluruh Indonesia.

“Untuk mitra sudah ada 500 outlet di berbagai kota di Indonesia. Dalam perjalanannya, Es Cendol Gading pun memiliki berbagai varian rasa dari mulai rasa nangka, durian, jahe dan lainnya.”

Baca juga:   Kisah Penuh Haru Gus Miftah Mualafkan Seorang Ateis dari Belanda

Untuk mensupply bahan baku ke berbagai outlet, dalam sehari ia mengaku bisa menghabiskan sebanyak 5-10 dandang besar atau sekitar 30-50 paket. Satu paketnya cukup untuk 50 gelas es cendol.

Mengenai harga waralaba, ia menerapkan dua paket yakni dalam kota dan luar kota. Dijelaskannya, untuk dalam kota seharga Rp 5 juta dan luar kota Rp 9 juta.

“Semuanya sudah mendapatkan bahan baku dan peralatan lengkap termasuk gerobak,” kata bapak 3 anak ini.

Terkait omset ia mengaku, dari pewaralaba saja dalam sebulan minimal dapat 50-60 juta rupiah. Belum termasuk dari penghasilan es cendol miliknya sendiri yang kini ada 7 tempat.

“Kalau ingin menjadi pengusaha yang penting niatnya harus benar. Karena jika sudah yakin, apapun risiko dan rintangannya pasti akan dihadapi. Banyak diantara kita yang ingin jadi pengusaha hanya sekadar keinginannya saja tapi tidak diimbangi dengan tindakan. Ya, pasti tidak akan jadi,” jelas owner CV Gading Mas ini.

Dari hasil jerih payahnya membangun usaha cendol, kini Nurul Huda sudah terbilang sangat mapan. Rumah, mobil, sawah, kebun dan investasi lainnya sudah dimilikinya.

Tak hanya itu, bahkan ia juga sudah melaksanakan titah Tuhan berupa naik haji ke Baitullah.

“Saya sendiri tak pernah berpikir, kalau saya yang hanya lulusan SD bisa naik haji dan mengisi seminar-seminar di kampus. Ke depan, saya berencana akan menaikkan kelas cendol dari KK 5 ke kelas café atau resto. Karena saya dibesarkan dari cendol, maka saya tidak akan melupakan cendol meski sejumlah bisnis lain saya lakoni juga,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini