Cerita Agus Wahidin yang Tak Bisa Tidur Setelah Mencukur Rambut SBY

Doddy Handoko , Okezone · Rabu 12 Mei 2021 07:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 337 2409364 cerita-agus-wahidin-yang-tak-bisa-tidur-setelah-mencukur-rambut-sby-AzQCiDMmw0.png Tukang cukur SBY, Agus Wahidin (Foto : Istimewa)

ALMARHUMAH Ani Yudhoyono pernah mengunggah foto suaminya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan menulis caption: "Bapak dari Garut inilah yang paling berani pegang kepala SBY", "This is the man from Garut who's so brave to touch SBY's head." Siapa laki-laki “pemberani” itu?

Laki-laki pemberani itu adalah Agus Wahidin. Agus seorang “Asgar” alias “Asli Garut”. Agus berasal dari Kampung Parung, yang letaknya bersebelahan dengan Kampung Bantarjati. Kedua kampung yang terletak di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, yang memang dikenal sebagai kampungnya tukang pangkas rambut.

Hampir 12 tahun SBY menggunakan jasa tukang pangkas asal Garut itu. Agus “kenal” dengan Presiden SBY lewat Suripto, pegawai di kantor Sekretariat Negara yang jadi pelanggan setianya.

Saat itu Susilo Bambang Yudhoyono baru enam bulan dilantik menjadi Presiden Indonesia. "Waktu itu tukang potong rambut Pak SBY lagi sakit. Pak Suripto lalu merekomendasikan saya kepada Bagian Rumah Tangga Kepresidenan," kata Agus.

Suatu sore, Suripto menelepon Agus, yang saat itu masih bekerja di Paxi Barbershop, Plaza Senayan, Jakarta. Dia minta Agus segera berkemas. Tak lama kemudian, ajudan Presiden datang menjemputnya.

Saat Agus memasuki satu ruangan di Istana Negara, Presiden SBY sudah duduk di sebuah kursi. Ibu Negara Ani Yudhoyono dan beberapa anggota Paspampres juga berada di dalam ruangan itu.

"Sebelum masuk, saya sudah dipesan agar tidak grogi," kata Agus, yang sekarang bekerja di Crownpax Barbershop di Mal Ratu Plaza, Jakarta.

Agus segera mengeluarkan semua peralatan cukur yang ia bawa. Kemudian meminta izin kepada SBY untuk membungkus badannya dengan kain penutup. Seraya meminta maaf, ia memegang kepala SBY.

"Saya sih tidak grogi, tapi sempat terdiam mikir model paling baik untuk rambut beliau,” kata Agus.

Ani Yudhoyono-lah yang jadi “pengarah model” rambut untuk Presiden. “Bu Ani ngarahin bagian belakangnya agak pendek sedikit, bagian sampingnya juga dirapikan," kata Agus.

Baca Juga : Ketika Rohaniwan Katolik Bernyanyi "Lebaran Sebentar Lagi" di Vatikan

Agus hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk merapikan rambut Presiden SBY. Ani Yudhoyono, yang ikut menunggu di ruangan itu, juga tampak puas. "Besok-besok potong model begini lagi," ujar Agus menirukan perkataan Ani Yudhoyono.

Begitu tiba di rumahnya, semalaman Agus tak bisa memejamkan mata. "Saya tidak membayangkan bisa mencukur Presiden. Soalnya, belum pernah tukang cukur dari Garut bisa megang kepala Presiden," ucapnya.

SBY rupanya senang dengan hasil potongan Agus. Sekitar dua minggu kemudian, ajudan Presiden menghubunginya. Agus diminta datang ke kediaman Presiden SBY di Cikeas, Bogor.

"Sejak saat itu sampai sekarang, saya selalu dipanggil untuk mencukur beliau," katanya.

Merasa mendapat kepercayaan dan kehormatan, Agus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada Presiden.

Ia menguras uang tabungannya membeli satu set peralatan cukur terbaik di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Gunting sasak merek Dovo dibelinya dengan harga Rp 2,5 juta. "Sengaja saya siapkan secara khusus. Nanti, kalau saya pensiun, gunting ini akan menjadi benda-benda bersejarah," ujar Agus.

Bagi Agus yang mengawali profesinya sebagai tukang potong rambut keliling di wilayah Pondok Pinang dan Pondok Indah pada 1988, mendapat kepercayaan presiden merupakan bayaran yang tak bisa dinilai dengan apa pun.

"Banyak yang nanya, Pak SBY kasih apa saja. Saya bilang bayarannya ya dikasih kepercayaan. Kepercayaan itu tidak sembarang orang bisa dapatkan. Jangan sampai saya menodai kepercayaan itu," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini