Mutasi Virus Covid-19 Mengintai Anak dan Remaja

Felldy Utama, iNews · Rabu 12 Mei 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 337 2409311 mutasi-virus-covid-19-mengintai-anak-dan-remaja-wr5au1AO5B.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Mutasi virus Covid-19 kini sudah mulai bermunculan. Mutasi virus turunan B.1 dengan varian seperti di B.1.1.7 yang diidentifikasi di Inggris, B.1.351 yang diidentifikasi di Afrika Selatan, dan B.1.617.1 serta B.1.617.2 yang diidentifikasi di India sudah mulai ditemukan di Indonesia sejak awal tahun ini.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Pulungan mengingatkan bahaya mutasi virus ini ternyata bisa mengintai anak dan remaja. "Outbreak yang terjadi di Italia, Belanda, Prancis, India, serta Malaysia, menunjukkan adanya peningkatan infeksi Covid pada anak dan remaja," kata Aman dalam keterangannya, Selasa (11/5/2021).

Baca Juga:  Lebih 3 Ribu Tenaga Kesehatan Covid-19 Dilaporkan Belum Dapat Insentif

Mengutip data British Medical Journal (BMJ) pada Januari 2021, kata dia, jumlah anak dan remaja yang terinfeksi Covid di Israel meningkat pesat sejak merebaknya varian B.1.1.7 Proporsi kasus pada pasien usia di bawah 10 tahun meningkat hingga 23 persen. Bahkan, Israel juga telah membuka ruang ICU khusus Covid pada anak.

Tak hanya itu, katanya, di Corzano-Italia, ditemukan sebagian besar warga yang terinfeksi Covid adalah anak usia Sekolah Dasar atau lebih muda. Di kota kecil Lasingerland - Belanda, dari sekitar 818 guru, murid, staf sekolah yang diperiksa, ditemukan 123 kasus positif dengan 46 di antaranya merupakan varian mutasi virus baru B.1.1.7.

Baca Juga:  Banyak Pemudik Nekat Terobos Penyekatan Mudik, Satgas: Kita Pasti Tak Mau Menyesal

Menurut dia, outbreak yang terjadi di sejumlah negara tersebut menunjukkan kewaspadaan dalam pembukaan sekolah. Langkah mitigasi risiko seperti implementasi sistem 'bubble', penggunaan masker, ventilasi yang baik dengan jumlah murid yang dibatasi, serta screening berkala untuk guru, murid serta staf sekolah sangat penting untuk dilakukan.

"Semestinya kasus di negara lain menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk tidak membuka sekolah tatap muka (luring) jika tidak sesuai anjuran IDAI dan organisasi profesi kesehatan, serta bagi fasilitas pelayanan kesehatan agar mulai menyediakan ruang ICU Covid khusus anak dan remaja," ujar dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini