Satgas Covid-19 Siapkan "Mikro Lockdown" Pasca Lebaran, Apa Maksudnya?

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 11 Mei 2021 21:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 337 2409245 satgas-covid-19-siapkan-mikro-lockdown-pasca-lebaran-apa-maksudnya-hUcxb8eIvp.jpg Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 menyiapkan skema “mikro lockdown” pasca Lebaran Idul Fitri 2021. Lalu apa maksudnya?

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan upaya mikro lockdown khususnya di tingkat RT harus disiapkan semua daerah untuk bersiap menghadapi peningkatan kasus Covid-19.

Doni mengatakan inisiatif lockdown mikro tingkat ini juga telah dilakukan di salah satu kelurahan di Desa Payo Selincah, Jambi. Hal ini dilakukan di sana ketika masyarakat satu RT terpapar Covid-19 lebih dari 50%.

“Nah saya kemarin, beberapa hari yang lalu hari Jumat yang lalu Minggu lalu ya, Saya berkunjung ke Jambi, ada satu desa kelurahan Payo Selincah. Nah di situ ada satu RT yang masyarakatnya terpapar Covid lebih dari 50%,” ungkap Doni dalam keterangannya secara virtual.

Bahkan, kata Doni, inisiatif wilayah tersebut lah yang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Nah ini bagus tindakan dari Walikota, tindakan dari lurahnya, dan juga ketua RT, melakukan mikro lockdown. Melakukan lockdown kecil. Dan inilah yang diharapkan bahwa Presiden.”

“Kalau seandainya daerah ada kasus yang meningkat, lakukan inisiatif mikro lockdown. Jadi cukup lockdown itu di tingkat RT, jangan yang di lockdown itu di tingkat kabupaten, nggak mungkin, terlalu terlalu repot banyak sekali aturan yang harus dilakukan,” ungkap Doni.

Doni mengatakan hal ini lah yang harus dilakukan sebagai wujud nyata gotong-royong, saling bahu-membahu, dan juga meringankan beban masyarakat. “Nah, dengan adanya ini maka pemerintah daerah bisa memenuhi kebutuhan warga dan juga terlihat adanya gotong royong.”

“Terlihat sekali, inilah aku apa namanya wujud nyata dari apa yang kita namakan Pancasila, gotong-royong ya. Betapa warga masyarakat satu sama lainnya saling bahu-membahu, meringankan beban,” tegas Doni.

Doni mengatakan harus ada seorang figur yang bisa menggerakkan masyarakat. “Dan ada seorang figur disana namanya Bapak Ali yang menjadi motor penggerak, menggerakkan masyarakat dan semua warga patuh. Patuh menaati apa yang disampaikan oleh Pak kali ini. Nah, kita butuh banyak lagi Ali, Ali seperti yang terjadi di Kelurahan Payo Selincah kota Jambi di seluruh Indonesia.”

“Ketika ada kasus yang meningkat lakukan mikro lockdown, dan RT-RT yang lain segera bahu-membahu memberikan dukungan. Baik itu dengan logistik, dukungan moril apa saja, untuk bisa meningkatkan kemampuan pengendalian dan pada akhirnya warga bisa sembuh,” papar Doni.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini