OTT Bupati Nganjuk, Pertama dalam Sejarah KPK & Bareskrim Bersinergi

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 11 Mei 2021 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 337 2408833 ott-bupati-nganjuk-pertama-dalam-sejarah-kpk-bareskrim-bersinergi-vtkN9U2M99.jpg Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono (foto: Polri)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri bersinergi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan penangkapan Bupati Nganjuk merupakan wujud sinergitas pertama kalinya KPK dan Polri dalam mengungkap perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah.

"Ini pertama kali dalam sejarah KPK dan Bareskrim Polri bersinergi mengungkap kasus dugaan suap kepala daerah," kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Argo menjelaskan, lembaga antirasuah dan Korps Bhayangkara bersinergi mulai dari pelaporan, penyelidikan, pengumpulan data, sampai OTT bersama-sama. "Sinergitas antar lembaga penegak hukum ini akan terus dilakukan dan dipertahankan agar jauh lebih baik lagi," ujar Argo.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK bersama Bareskrim Polri di Ngajuk, Jawa Timur, Senin 10 Mei 2021. Turut disita sejumlah uang dalam operasi tersebut.

Baca Juga : 7 OTT KPK Selama Pandemi: dari Menteri, Gubernur hingga Bupati

Selain bupati, enam orang lainnya juga ditetapkan tersangka. Mereka adalah Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini