7 Poin Surat Edaran PP Muhammadiyah, Salah Satunya Takbiran di Rumah

Riezky Maulana, iNews · Selasa 11 Mei 2021 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 337 2408796 7-poin-surat-edaran-pp-muhammadiyah-salah-satunya-takbiran-di-rumah-Cp8Pw57ISs.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merilis Surat Edaran (SE) bernomor 04/EDR/I.0/E/2021 tentang Tuntunan Idul Fitri 1442 H atau 2021 M dalam Kondisi Pandemi Covid-19. Surat tersebyt diteken oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Agung Danarto.

Sedikitnya, ada tujuh poin maklumat yang disampaikan oleh PP Muhammadiyah. Pertama, terkait dengan pelaksanaan takbir Idul Fitri dianjurkan untuk dilaksanakan di rumah saja dengan melibatkan anggota keluarga secara khusyuk.

"Sehingga tercipta suasana keruhanian yang semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak dianjurkan takbir keliling," tulis SE tersebut dikutip Selasa (11/5/2021).

PP Muhammadiyah menjelaskan, takbir boleh dilakukan di masjid atau mushala selama tak ada jamaah yang terindikasi positif Covid-19 dengan pembatasan jumlah orang dan menerapkan protokol kesehatan.

"Sikap seksama merupakan wujud ikhtiar yang diajarkan agama, bukan ketakutan yang bersifat paranoid," tutur SE tersebut.

Untuk kegiatan salat Idulfitri lebih baik dilakukan di rumah masing-masing jika masih ada warga sekitar yang terpapar Covid-19. Bilamana tak ada warga yang tertular Covid-19 atau kondisi dirasa aman Covid-19, salat Idulfitri dapat dilaksanakan di lapangan kecil atau tempat terbuka dalam jumlah jamaah yang terbatas.

Baca Juga : Sejak Penyekatan Mudik, Ridwan Kamil: 60.000 Kendaraan Diputarbalikkan

"Protokolnya sebagai berikut, salat Idulfitri dengan saf berjarak, jamaah menggunakan masker, dilaksanakan tidak dalam kelompok besar atau dilaksanakan secara terpisah dalam kelompok kecil dengan pembatasan jumlah jamaah yang hadir," kata SE.

"Serta mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti menjaga kebersihan tempat, kebersihan badan, memakai masker, pengukuran suhu tubuh, tidak berjabat tangan, tidak berkerumun,

dan hal-hal lainnya sesuai protokol kesehatan," kata SE itu melanjutkan.

Poin ketiga, Idulfitri kiranya dapat dijadikan momentum peningkatan kualitas takwa sebagaimana tujuan berpuasa Ramadan. Momentum tersebut, jelas SE itu, merupakan wahana perwujudan praktik keislaman yang menyemai nilai-nilai kebaikan, kesalehan, perdamaian, keadilan, kesahajaan, sikap tengahan, persaudaraan, saling tolong, kasih sayang, persatuan, dan kebajikan utama dalam kehidupan.

"Sebaliknya setiap muslim menjauhi sikap berlebihan, intoleransi, pertikaian, permusuhan, dan hal-hal yang tercela dalam kehidupan bersama," jelas SE poin ketiga.

PP Muhammadiyah memaparkan, terkait dengan kebijakan pemerintah tentang larangan mudik, semua warga sebaiknya mengikuti dengan seksama demi pencegahan dan ikhtiar Mengatasi Covid-19, dengan tujuan agar tidak bertambah luas seperti terjadi di negara lain.

"Memang berat meninggalkan tradisi mudik yang memiliki manfaat positif bagi persaudaraan di tempat asal. Tetapi karena situasi pandemi maka akan lebih maslahat bila semua pihak ikhlas dan menunjukkan kearifan kolektif. Mencegah dan menahan diri dari segala bentuk kerumunan dan keadaan yang membuat mudarat harus diutamakan dalam kehidupan bersama," kata SE tersebut.

"Bersamaan dengan itu pemerintah diharapkan konsistensinya dalam membatasi aktivitas publik lainnya yang berpotensi terciptanya kerumunan," jelas SE.

PP Muhammadiyah juga mengimbau kepada para elite bangsa agar dapat memanfaatkan momentum idulfitri untuk melakukan gerakan keteladanan. Agar secara kolektif menampilkan sikap dan tindakan yang jujur, amanah, adil, bertanggungjawab, moralitas luhur, taat hukum, dan mewujudkan good governance di segala lapangan kehidupan.

"Seraya menjauhkan diri dari korupsi, penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan diri dan kelompok sendiri, perpecahan, dan segala tindakan yang merugikan kehidupan bersama serta menyalahi nilai-nilai luhur agama dan Pancasila," tuturnya.

Di poin keenam, PP Muhammadiyah mengajak agar masyarakat menjadikan momentum Idulfitri untuk mengaktualisasikan takwa dan kesalehan diri dalam kehidupan pribadi, keluarga, sampai dengan, kemanusiaan secara universal. Menurutya, dalam upaya membangun solidaritas sosial di tengah pandemi, dibutuhkan sikap kasih sayang dan peduli kepada sesama, persaudaraan, serta kebersamaan tanpa diskriminasi.

"Pandemi belum berakhir, setiap warga bangsa harus senantiasa waspada dan berdisiplin tinggi. Maksimalkan berikhtiar, berdoa, dan bermunajat kepada Allah SWT agar pandemi ini segera berakhir," papar SE poin keenam.

Selain kepada khalayak umum, PP Muhammadiyah juga mengimbau kepada warga Muhammadiyah agar mengikuti Tuntunan Ibadah yang telah termaktub ini. Termasuk dalam melaksanakan Idulfitri serta tuntunan beragama yang telah dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid, disertai uswah hasanah dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, serta berbangsa dan bernegara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini