7 OTT KPK Selama Pandemi: dari Menteri, Gubernur hingga Bupati

Selasa 11 Mei 2021 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 337 2408784 7-ott-kpk-selama-pandemi-dari-menteri-gubernur-hingga-bupati-2q7CjD10iV.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak sedikitpun kendur dalam membasmi para koruptor di tengah pandemi Covid-19. Buktinya adalah dengan terus dilancarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di masa pandemi dalam setahun belakangan ini.

Berdasarkan data yang dikantongi MNC Portal Indonesia, KPK tercatat sudah tujuh kali menggelar OTT di masa pandemi Covid-19. Operasi senyap teranyar yang dilakukan KPK yakni menangkap Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Novi Rahman Hidayat.

Penangkapan terhadap Novi Rahman Hidayat merupakan kerja sama antara KPK dengan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Mabes Polri. Novi Rahman dan enam orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Kasus itu saat ini dilanjutkan proses hukumnya oleh Dittipidkor Bareskrim Mabes Polri. Selain Bupati Nganjuk, berikut enam OTT lainnya yang dilancarkan KPK selama pandemi Covid-19 :

1. OTT Bupati Kutai Timur Ismunandar (2 Juli 2020)

KPK melakukan operasi tangkap tangan pada Ismunandar, Bupati Kutai Timur. Sang bupati ditangkap dengan dugaan telah menerima hadiah dalam proyek pengadaan barang dan jasa di salah satu kabupaten di wilayah Kalimantan Timur. Selain Ismunandar, KPK juga menetapkan istri Ismunandar bernama Encek Unguria, sebagai tersangka penerima suap.

Baca Juga : 16 Program Jenderal Listyo Diharapkan Bisa Bawa Tren Positif bagi Polri

2. OTT Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (27 November 2020)

Melalui OTT, KPK menangkap Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna. KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 420 juta. Penangkapan Wali Kota Cimahi diduga terkait tindak pidana korupsi pembangunan RS Kasih Bunda Cimahi. Total ada sebelas orang yang ditangkap KPK dalam OTT tersebut.

3. OTT Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (25 November 2020)

Publik geger dengan ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh KPK melalui OTT. Saat itu, Edhy ditangkap saat sedang bersama istri dan sejumlah pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan sepulang melakukan kunjungan kerja dari Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. Tak lama, Edhy ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait perizinan tambak, usaha, atau pengelolaan perikanan atau komoditas sejenis lainnya tahun 2020.

4. OTT Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo (3 Desember 2020)

Target OTT KPK pada 3 Desember adalah Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo. Dalam OTT tersebut, diaamankan 16 orang. Tak lama, KPK menetapkan Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo sebagai salah satu dari 6 tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang/jasa di Pemkab Banggai Laut.

5. OTT Pejabat Kemensos (4 Desember 2020)

Jumat sekitar pukul 23.00 Wib, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Sosial (Kemensos). OTT dilakukan terkait dugaan adanya korupsi program bantuan sosial di Kementerian Sosial RI dalam penanganan pandemi Covid-19. Selang dua hari kemudian, KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari P. Batubara sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Sosial terkait dengan bantuan sosial untuk wilayah Jabodetabek.

6. OTT Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (26 Februari 2021)

Minggu dini hari, KPK berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dengan dugaan kasus suap infrastruktur di lingkungan provinsi Sulawesi selatan.

7. OTT Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (9 Mei 2021)

Tim gabungan dari KPK dan Bareskrim Mabes Polri mengamankan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat; empat camat aktif; satu mantan camat; serta ajudan Novi. Mereka diamankan bersama sejumlah barang bukti diantaranya uang ratusan juta rupiah. Mereka diamankan karena diduga melakukan praktik rasuah jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini