Penjelasan BMKG Terkait Gempa M5,3 Sulut

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 11 Mei 2021 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 337 2408781 penjelasan-bmkg-terkait-gempa-m5-3-sulut-VijQZQGevh.jpeg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) jelaskan penyebab gempa tektonik yang terjadi pada Selasa, 11 Mei 2021 pukul 00.25.59 WIB wilayah Sulawesi Utara. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M5,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M5,3.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan jenis dan mekanisme dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” katanya dalam keterangan yang diterima, Selasa (11/5/2021).

Bambang mengatakan guncangan gempa bumi ini berpotensi dirasakan di daerah Morotai, I MMI (Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Bambang.

Baca Juga : Ritual Sebar Apem di Makam Pujangga R.Ng Yosodipuro

Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Namun, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” papar Bambang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini