Jual Beli Jabatan, Bupati Nganjuk Patok Tarif Rp10 Juta hingga Rp150 Juta

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 11 Mei 2021 02:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 337 2408738 jual-beli-jabatan-bupati-nganjuk-patok-tarif-rp10-juta-hingga-rp150-juta-lxZHSKfFfW.jpg Bupati Nganjuk Novi Rahman (Foto: Ist/Sindonews)

JAKARTA - Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mematok tarif tertentu untuk jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Tarifnya bervariasi tergantung jabatan yang diinginkan sang pemberi suap.

"Jadi dari informasi penyidik tadi untuk di level perangkat desa itu antara Rp10 sampai Rp15 juta, kemudian untuk jabatan di atas itu sementara yang kita dapat informasi 150 juta," ujar Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Baca Juga: Bupati Nganjuk Dibawa ke Jakarta, Kasusnya Diekspose Selasa Pagi

Agus menyebut bakal mendalami dan mengembangkan Informasi harga yang dipatok Novi untuk memperjual belikan jabatan. "Ini kan masih awal, kita akan lakukan pedalaman dan pengembangan mudah-mudahan dari hasil penyidikan kita akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap," jelasnya. 

Bahkan, lanjut Agus, jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk sudah sering terjadi dan menjadi kebiasaan.

"Selama ini praktik jual beli jabatan di lingkungan Kabupaten Nganjuk ini seperti apa, kalau di informasinya hampir semua desa, itu perangkat desanya juga melakukan pembayaran, Jadi kemungkinan jabatan-jabatan lain juga mendapat perlakuan yang sama," ungkapnya.

Dalam kasus ini, KPK bersama Bareskrim Polri telah menetapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) sebagai tersangka dugaan suap terkait pengisian jabatan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga:  KPK dan Bareskrim Bakal Gelar Ekspose Bareng Terkait OTT Bupati Nganjuk

Selain Novi, KPK dan Bareskrim Polri juga telah menetapkan 6 orang lainnya sebagai tersangka. Mereka yakni Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), Mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin.

Ancaman hukuman pidana bagi para tersangka antara lain :

1. Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b

Pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan paling lama 5(lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikitt Rp50.000.000,- (lima puluh juta Rupiah) dan paling banyak Rp250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)

2. Pasal 11

Pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan paling lama 5(lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikitt Rp50.000.000,- (lima puluh juta Rupiah) dan paling banyak Rp250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)

3. Pasal 12 B

Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4(empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh tahun) dan pidana denda paling sedikit Rp200.000.000,- (dua ratus juta Rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000,- (satu miliar Rupiah)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini