Bupati Nganjuk Dibawa ke Jakarta, Kasusnya Diekspose Selasa Pagi

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 11 Mei 2021 00:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 337 2408719 bupati-nganjuk-dibawa-ke-jakarta-kasusnya-diekspose-selasa-pagi-ogqSsGEe6X.jpg Bupati Nganjuk Novi Rahman (Foto: Ist/Sindonews)

JAKARTA - Bareskrim Mabes Polri mengungkapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat bakal dibawa menuju Jakarta melalu jalur darat untuk diekspose. Novi sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. 

"Karena sekarang kan teman-teman tahu pesawat sama kereta api nggak ada. Jadi, kita melewati darat dan safety itu yang pertama," ujar Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri Brigjen Djoko Poerwanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/5/2021).

Baca Juga:  Kasus Korupsi Bupati Nganjuk Bakal Dilanjutkan Bareskrim Polri

Nantinya setelah tiba di Jakarta, lanjut Djoko, pihaknya bakal mengekspose Novi beserta barang bukti korupsinya pada Selasa 11 Mei 2021 sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kami akan menginformasikan pada saat rombongan dari ataupun tim yang ada di Nganjuk dengan bawa tersangka dan barang bukti akan merapat," ungkapnya.

Dalam kasus ini, KPK bersama Bareskrim Polri telah menetapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) sebagai tersangka dugaan suap terkait pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur.

Selain Novi, KPK dan Bareskrim Polri juga telah menetapkan 6 orang lainnya sebagai tersangka.Mereka yakni Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin.

 Baca Juga: KPK Tangkap 10 Orang dalam OTT di Nganjuk

Tim gabungan KPK dan Bareskrim juga turut mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, uang tunai sebesar Rp647.900.000 yang berasal dari brankas pribadi Bupati Nganjuk Novi. Lalu, 8 unit telepon genggam dan 1 buah buku tabungan Bank Jatim atas nama Tri Basuki Widodo.

Ancaman hukuman pidana bagi para tersangka antara lain :

1. Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b

Pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana

denda paling sedikitt Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp

250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)

2. Pasal 11 Pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan paling lama 5(lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikitt Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)

3. Pasal 12 B Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4(empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh tahun) dan pidana denda paling sedikit Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta Rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini