Menkes Antisipasi Potensi Lonjakan Kasus Covid-19 Pascalebaran

Dita Angga R, Sindonews · Senin 10 Mei 2021 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 337 2408617 menkes-antisipasi-potensi-lonjakan-kasus-covid-19-pascalebaran-nVuaPtvXIv.jpg Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunandi Sadikin mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur lebaran 2021.

Pasalnya, mobilitas masyarakat di masa Ramadhan hingga pascalibur Idul Fitri cukup tinggi meskipun sudah ada larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Di sisi lain, Budi sangat berharap agar lonjakan kasus tersebut tidak terjadi.

"Lebaran sudah dekat. Tugas kami adalah mempersiapkan menghadapi kondisi terburuk. Saya berharap insya Allah ini tidak terjadi. Tapi kalau terjadi peningkatan penularan kita ingin melakukan antisipasi agar kita tidak kaget dan cukup fasilitasnya," katanya dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Senin (10/5/2021).

Dia mengatakan ketersediaan tempat tidur perawatan secara nasional sebanyak 390 ribu unit. Dari jumlah tersebut sebanyak 70-an ribu dialokasikan untuk perawatan pasien covid-19 yang harus menjalani isolasi.

Sementara fasilitas tempat tidur ICU secara nasional berjumlah 22 ribu. Dari jumlah tersebut 7.500 di antaranya juga dialokasikan untuk perawatan pasien Covid-19.

Baca juga: Menkes : 2 Kasus Mutasi Covid-19 India Ditemukan di Jakarta

"Saya ingin memberi gambaran bahwa kapasitas rumah sakit dan ICU yang kita miliki itu masih tiga kali lebih besar dari kapasitas tempat tidur dan ICU yang kita dedikasikan untuk Covid-19 saat ini," tuturnya.

Dia mengatakan,  dari 70-an ribu kapasitas tempat tidur perawatan isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit, yang sedang digunakan sebanyak 23 ribuan. Sementara dari 7.500 tempat tidur ICU, saat ini telah digunakan sebanyak kurang lebih 2.500 tempat tidur.

Baca juga: PMI Kembali ke Tanah Air, Kasus Covid-19 di Beberapa Daerah Meningkat

"Persiapan sudah kita lakukan, saya berdoa agar persiapan itu tidak terpakai. Tetap kosong," ungkapnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa data tersebut merupakan angka nasional. Menurutnya jika dilihat di masing-masing provinsi maka ada yang keterisian tempat tidurnya cukup tinggi.

Dia pun meminta para gubernur, bupati, dan wali kota yang keterisian tempat tidur di rumah sakitnya masih tinggi untuk mewaspadai hal tersebut. Termasuk juga harus selalu memantau kesiapan rumah sakit di daerah masing-masing.

"Yang masih cukup tinggi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur. Ini adalah delapan provinsi dengan tingkat keterisian tertinggi tempat tidur isolasinya maupun tempat tidur ICU," pungkasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini