Satgas Covid-19: Tempat Tidur RS Rujukan di 7 Provinsi Naik di Atas 50%

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 10 Mei 2021 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 337 2408241 satgas-covid-19-tempat-tidur-rs-rujukan-di-7-provinsi-naik-di-atas-50-UUUt8ti1PZ.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, bed occupancy ratio (BOR) atau keterpakaian rumah sakit di 7 provinsi mengalami kenaikan, saat ini di atas 50%.

“Ketika kita mencoba melihat persentase keterpakaian dari tempat tidur di rumah sakit rujukan, saat ini terdapat tujuh provinsi dengan angka keterpakaian di atas 50 persen namun masih di bawah 70 persen,” ungkap Dewi saat Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Minggu (9/5/2021).

Baca juga:  Tito Karnavian: Jangan Sampai Ada Klaster Covid-19 dari Kegiatan Agama

Tujuh provinsi tersebut yakni Sumatera Utara 63,4%, Kepulauan Riau 59,9%, Riau 59,1%, Sumatera Selatan 56,6%, Jambi 56,2%, Lampung 50,8%, dan Kalimantan Barat 50,6%.

“Ini tetap harus kita hati-hati kan jangan sampai kenaikan ini terus meningkat dengan lebih tinggi,” tegas Dewi.

Baca juga:   Sidak Tempat Perbelanjaan, Wakil Walkot Bogor Ingin Pastikan Penerapan Prokes

Selain itu, Dewi meminta kepada daerah yang BOR-nya naik untuk memastikan sarana dan prasarana untuk menghadapi peningkatan pasien Covid-19.

“Dan kita perlu memastikan ketersediaan sarana prasarana dari rumah sakit untuk menghadapi penambahan pasien di beberapa provinsi terutama tujuh yang mengalami angka di atas 50 persen ini dapat terkendali dengan baik,” katanya.

Dewi mengatakan, bahwa kenaikan BOR ini disebabkan oleh adanya kenaikan jumlah kasus aktif Covid-19. “Jika melihat dengan analisis mungkin dari data harian yang kita terima, kita bisa melihat bahwa memang sebagian dari provinsi di Indonesia adalah ini masih mengalami kenaikan jumlah kasus aktif,” tuturnya.

“Dimana 20 provinsi masih mengalami tren penurunan namun yang mengalami kenaikan. Ini mesti hati-hati karena kita melihat ada tren kenaikan pada tujuh hari terakhir dibandingkan dengan angka sebelumnya,” papar Dewi.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini