Kisah Tukang Cukur Presiden Jokowi yang Dijaga Paspampres

Doddy Handoko , Okezone · Senin 10 Mei 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 337 2408203 kisah-tukang-cukur-presiden-jokowi-yang-dijaga-paspampres-hxLQjeAQXZ.jpg Herman saat mencukur Presiden Joko Widodo (foto: istimewa)

JAKARTA - Kisah tentang cukur Presiden mencuat ketika Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mencukur rambut di sela-sela kesibukannya pada hari Sabtu, 14 Januari 2017 lalu.

Ia ditemani anak bungsunya, Kaesang Pangarep, Jokowi mendatangi salah satu barber shop Hunky Dory, di Jalan Salak No. 6, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor

Baca juga:  Humor Gus Dur, Rencana Beli Pesawat yang Bikin Pusing Menteri

Dalam video blog (vlog) yang diunggah Kaesang, Senin, 16 Januari 2017, putra ketiga Jokowi tersebut bertanya kepada ayahnya mengenai tujuannya pada hari itu di awal video.

"Mau ke mana Bapak?" tanya Kaesang. "Mau potong rambut," ujar Jokowi yang mengenakan kemeja putih.

"Hati-hati lho Mas motongnya. Nanti tambah jelek," kata Kaesang, yang mengundang tawa Jumadi.

 Baca juga: Usai Santap Bubur, Ratusan Napi di Lapas Gorontalo Keracunan

Jokowi pun hanya tersenyum. "Kalau orang tua gini modelnya apa, Mas?" tanya Kaesang. "Itu sebenernya kalau di-undercut bagus lho, Mas. Coba aja enggak apa-apa."

Saat rambutnya dicukur, Jokowi mengatakan akan menjadi pelanggan setia barber shop itu apabila hasilnya memuaskan.

"Cukur sini, nanti kalau jadi ngganteng, cukur sini terus," katanya. Jumadi pun menimpali, "Kayak ngimpi saya ini, Pak. Orang kampung pasti seneng liat saya."

Beberapa menit kemudian, Kaesang kembali menunjukkan keusilannya. Dia berencana mendatangi barber shop itu lagi jika hasil potongan rambut Jokowi memuaskan. Tapi dia berujar, "Ini biar yang percobaan Bapak aja."

Jokowi pun menimpali sembari tertawa, "Wooo, nakal...."

Setelah selesai cukur, Kaesang menyuruh bapaknya memakai pomade atau gel. "Bapak coba pakai pomade, tapi jangan kebanyakan, rambut orang tua," tutur Kaesang. Setelah Jokowi memberikan persetujuan, barulah Jumadi mengoleskannya pada rambut Presiden.

Jokowi sempat bercanda dengan menggerakkan tangannya membentuk model rambut mohawk sembari bertanya,

"Enggak diginiin?" Kaesang pun tertawa. "Ngawur, mau di-mohawk? Botaknya ditutupin, Mas," ujar Kaesang.

Di akhir video, Kaesang menuturkan pomade tersebut merupakan buatan mahasiswa Universitas Indonesia yang diproduksi di Bogor. "Jadi ini produk lokal," ujarnya.

Selesai mencukur, Jumadi dan tukang cukur yang lain pun bersalaman dengan Jokowi. "Makasih ya Pak," kata Jumadi.

Jokowi mengatakan, bulan depan dia akan ke Hunky Dory lagi. Mendengar ucapan Jokowi, Jumadi langsung menimpali, "Ditunggu."

Jumadi pun mengaku sampai tidak bisa tidur karena teringat terus akan momen bersejarah dalam hidupnya ini.

"Saya sampai enggak bisa tidur. Bentar bentar bangun, bentar bangun. Teringat terus. Enggak nyangka," ucap pria asal Lebak Teratai, Kecamatan Kerangkeng, Kabupaten Indramayu.

Sebelum Jokowi cukur di Bogor, ia telah memiliki tukang cukur langganan bernama Herman.

Pria asal Kampung Bantarjati, Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, ini sudah lebih dari 3 tahun dipercaya menjadi tukang pangkas rambut orang nomor satu di negeri ini, sejak Presiden Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Herman masih ingat betul saat pertama kali diminta merapikan rambut Jokowi.

"Ditunjuk pemilik barbershop tempat saya bekerja," ujar pria berusia 38 tahun itu.

Herman bekerja di Shortcut Barberia, Grand Indonesia. Kebetulan anak bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, acap kali memangkas rambutnya di Shortcut Barberia saat sedang berada di Jakarta.

"Mas Kaesang juga kenal dengan Pak Marcello Decaran, pemilik Shortcut," kata Herman.

Ceritanya, pada tahun 2013, Kaesang memperkenalkan tukang cukur langganannya itu kepada ayahnya.

Kebetulan Jokowi memang sedang mencari tukang potong rambut. Marcello, yang kemudian menerima permintaan ajudan Jokowi via telepon, meminta Herman segera bersiap menuju rumah dinas Gubernur Jakarta di Taman Suropati.

"Pak Marcello sendiri yang antar," kata Herman.

Saat itu, mereka tiba di rumah dinas sekitar pukul 15.00 WIB. Rupanya Jokowi belum tiba. Hujan yang turun pada bulan Januari 2013 menimbulkan genangan tinggi di berbagai wilayah di Jakarta.

Herman harus menunggu dua jam karena Jokowi sibuk memantau kondisi Ibu Kota. "Beliau tidak minta model macam-macam, hanya minta dirapiin. Tak butuh lama, hanya 15 menit."

Ternyata Jokowi merasa cocok dengan kelihaian Herman memainkan gunting. Sejak hari itu, secara rutin sebulan sekali, Herman dipanggil ke rumah dinas gubernur.

Ketika Jokowi akhirnya terpilih menjadi presiden, Herman tak menyangka masih mendapat kepercayaan tersebut.

"Saya juga kaget. Kirain sudah enggak dipakai lagi," ujar ayah satu anak itu.

Malam hari setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden, Herman diminta datang ke Istana Negara. Kali ini bukan gubernur yang menjadi kliennya, melainkan penguasa Republik.

"Deg-degan banget. Walaupun udaranya dingin, tetap saja keringetan. Padahal sudah biasa motong beliau," kata Herman.

Empat prajurit Paspampres berjaga di sudut ruangan. "Pak Jokowi sih biasa saja, tetap ramah dan tidak berubah."

Bagi Herman, bukan jumlah duit yang membuatnya selalu memangkas rambut Presiden Jokowi dengan takzim. Baginya, kepercayaan yang diberikan Jokowi merupakan sesuatu yang tak bisa diukur dengan materi.

"Diberi kesempatan memotong rambut Presiden merupakan kebanggaan tersendiri dan tak ternilai," kata Herman.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini