SE Kemenag : Lansia Diimbau Tak Sholat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

Tim Okezone, Okezone · Senin 10 Mei 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 337 2408179 se-kemenag-lansia-diimbau-tak-sholat-idul-fitri-di-masjid-dan-lapangan-zt9WjRNb2i.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan Surat Edaran terkait penyelenggaraan sholat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Salah satu poin yang termaktub adalah warga berusia lanjut diimbau untuk tidak sholat Idul Fitri, baik di masjid maupun lapangan.

Hal tersebut tercantum dalam Surat Edaran No SE 07 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid. SE itu memuat 7 poin ketentuan soal penyelenggaraan Sholat Idul Fitri.

Pertama, malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid dan mushola, dengan ketentuan sebagai berikut:

Dilaksanakan secara terbatas, maksimal 10% dari kapasitas masjid dan mushola dan ditiadakan kegiatan takbir untuk mengantisipasi keramaian. Untuk kegiatan takbir diharapkan dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan musalla.

Kedua, apabila berada di zona merah masyarakat diimbau sholat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Ketiga, apabila berada di zona hijau dan zona kuning, sholat Idul Fitri dapat diadakan di masjid dan lapangan berdasarkan penetapan pihak berwenang.

Keempat, jika sholat Idul Fitri dapat diadakan di masjid dan lapangan masyarakat wajib mematuhi prokes yakni sesuai rukun salat dan khotbah Idul Fitri diikutiseluruh jamaah yang hadir.

Dengan syarat jamaah yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjamaah. Lalu Panitia Sholat Idul Fitri dianjurkan memiliki alat pengecek suhu guna memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir.

“Bagi pada lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat Idulfitri di masjid dan lapangan,” demikian bunyi SE tersebut, dikutip pada Senin (10/5/2021).

Baca Juga : Polemik Sholat Idul Fitri di Rumah, MUI: Jangan Sampai Kita Dibikin Stres!

Lalu khotbah Idul Fitri hanya dilakukan selama 20 menit. Pada mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan salat Idul Fitri di masjid dan lapangan dapat dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jamaah.

Setelah pelaksanaan sholat Idul Fitri jamaah dapat kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

Kelima, sebelum menggelar salah Idul Fitri, panitia Hari Besar Islam/Panitia Salat Idul Fitri wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi.

Keenam, silaturahmi dalam rangka Idul Fitri agar hanya dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan Open House/Halal Bihalai di lingkungan kantor atau komunitas.

Baca Juga : Menag Keluarkan Panduan Sholat Idul Fitri di Tengah Pandemi, Berikut Detailnya

Ketujuh, guna mencegah adanya mutasi varian baru virus corona di suatu daerah, maka pelaksanaan Surat Edaran ini disesuaikan dengan kondisi setempat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini