3 Hari Larangan Mudik, 245 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Carlos Roy Fajarta, · Minggu 09 Mei 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 09 337 2407986 3-hari-larangan-mudik-245-ribu-kendaraan-tinggalkan-jabotabek-aUNIQYOe0S.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 245.496 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek menuju arah Timur, arah Barat, dan arah selatan pada 6-8 Mei 2021, atau 3 hari setelah larangan mudik lebaran 2021.

"Angka ini turun 45,5% dari lalu lintas (lalin) normal sebesar 450.117 Kendaraan," kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Dwimawan Heru dalam keterangannya, Minggu (9/5/2021).

Untuk distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 34,5% menuju arah Timur, 37,7% menuju arah Barat dan 27,8% menuju arah Selatan, dengan rincian sebagai berikut:

Arah Timur:

- GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 43.505 kendaraan meninggalkan Jakarta, turun sebesar 56,0% dari lalin normal 98.976 kendaraan.

- GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 41.192 kendaraan meninggalkan Jakarta, turun sebesar 59,7% dari lalin normal 102.152 kendaraan.

Total kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur adalah sebanyak 84.697 kendaraan, turun sebesar 57,9% dari lalin normal 201.128 kendaraan.

Arah Barat:

Lalin meninggalkan Jakarta menuju arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 92.594 kendaraan, turun 35,1% dari lalin normal 142.566 kendaraan.

Arah Selatan:

Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah Selatan melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 68.205 kendaraan, turun sebesar 35,9% dari lalin normal 106.423 kendaraan.

Sepanjang periode peniadaan mudik Idul Fitri 1442 H tanggal 6 - 17 Mei 2021, pihak Jasa Marga juga menghimbau kepada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) kategori dikecualikan untuk melengkapi dengan dokumen perjalanan.

Pelaku perjalanan yang dikecualikan yakni kendaraan pelayanan distribusi logistik, keperluan kerja/dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga, ibu hamil (didampingi 1 anggota keluarga) dan kepentingan persalinan.

Dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk melewati pos penyekatan larangan mudik di antaranya yakni Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan hasil negatif tes RT-PCR maks 3x24 jam atau hasil negatif tes Rapid Antigen maksimal 2x24 jam atau hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini